SAMPANG, RadarMadura.id – Kepercayaan diri putri pengasuh Ponpes Al Mubarok Nurul Bashiroh Ghozali dalam menekuni bisnis tidak lepas dari dukungan keluarga.
Mulai dari kedua orang tua, suami, serta sanak familinya. Baginya, orang-orang terdekat adalah support system.
”Saya pernah merugi hingga Rp 800 juta karena tidak dibayar oleh konsumen. Tetapi, ada dukungan keluarga yang terus mendorong saya untuk kembali bangkit,” ungkapnya.
Kemudian, Nurul Bashiroh mampu mengembalikan keadaan seperti semula. Bahkan, mengembangkan beberapa bisnis lainnya.
Misalnya, membuka tempat usaha pencucian kendaraan, travel, kontraktor, dan rental.
Keuntungan yang dihasilkan cukup menjanjikan. Rata-rata omzet dari semua jenis usaha yang dijalani bisa mencapai Rp 2 miliar.
Baginya, pengusaha tidak boleh silau dengan keuntungan saja. Namun, tetap menjalankan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip agama.
”Rezeki itu sudah ada yang mengatur. Kalau bisnis itu bertentangan dengan syariat, saya tidak akan ikuti meski keuntungannya menggiurkan,” tutur ibu Muhammad Ahyad dan Ahmad Gaid Al Khoir itu. (jun/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia