PAMEKASAN, RadarMadura.id – Beberapa jenis bunga bisa tumbuh di daratan Indonesia, termasuk Pamekasan. Bunga sedap malam juga bisa hidup di negara yang beriklim tropis, yakni hanya mempunyai dua musim, seperti hujan dan kemarau.
Moh. Taufik, warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, menjadi salah satu pembudi daya bunga sedap malam. Bunga ini menjadi pilihan Taufik untuk dibudidayakan sebagai sumber penghasilan.
Penanaman dan perawatan bunga sedap malam ini tergolong mudah. Kali pertama menyediakan lubang diameter 5x5 sentimeter dengan kedalaman 5 sampai 10 sentimeter. Selanjutnya, tunas dimasukkan. Setelah itu, disiram agar bisa tumbuh.
”Tapi untuk penyiraman secukupnya saja, karena bunga sedap malam ini tidak membutuhkan banyak air. Makanya, kalau musim kemarau, pertumbuhan bunga ini lebih bagus,” jelasnya.
Kali pertama tanam hanya membutuhkan waktu dua bulan agar bisa berbunga. Kunci dari bunga sedap malam di penyiramannya.
Perawatan bisa menggunakan pupuk urea. Namun, pupuk kandang dinilai lebih bagus lagi hasilnya.
Taufik menyampaikan, untuk memanen bunga tersebut dilakukan setiap pagi pada pukul 06.00. Sebab, kalau terlalu siang, bunga sedap malam mudah layu dan aromanya tidak terlalu harum.
”Kalau pagi itu juga ada embun-embunnya, jadi lebih segar. Dan, harus setiap hari dipanen,” ungkapnya.
Tanaman bunga sedap malam tidak akan mati jika tangkai bunganya diambil. Bahkan, bisa tumbuh kembali dan berbunga seperti biasa dengan jangka waktu 10 hari.
Sebab, bunga dengan ciri khas warna putih itu bukan termasuk tanaman musiman. Jadi, bisa tumbuh beberapa kali.
Adapun hama dari bunga sedap malam yang harus waspadai adalah serangga kecil yang muncul malam hari. Kemudian, ulat yang ada di kelopak bunga. Ulat ini bisa membuat bunga berwarna cokelat kering. ”Yang paling parah itu memang hama dari ulat,” kata Taufik.
Aroma dari bunga sedap malam bisa menyengat ketika sudah malam, sehingga ketika pagi menjadi kesempatan bagi Taufik untuk memanen bunga yang memiliki nama ilmiah Polianthes tuberosa ini. ”Kalau sudah malam itu mekarnya bagus,” terang Taufik.
Merawat bunga sedap malam ini memang dinilai mudah. Namun harus telaten dan tidak mengentengkan tanaman. ”Intinya, kebutuhan air harus benar-benar dijaga,” imbuhnya.
Satu Tangkai Rp 25 Ribu
Penghasilan bisa berasal dari banyak sumber, asalkan halal dan berkah. Termasuk, berdagang bunga yang tergolong banyak peminatnya dan tak kenal musim.
Bunga sedap malam identik sebagai hiasan pernikahan dan campuran dari beberapa bunga untuk nyekar ke kuburan. Tanaman yang diperkirakan berasal dari Meksiko ini tergolong mahal.
”Satu tangkai ini dihargai Rp 25 ribu. Bahkan kalau mau beli bunganya saja, per bunga dibanderol Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu,” kata Moh. Taufik, warga Kelurahan Kowel pemilik budi daya bunga sedap malam.
Sedangkan untuk langganan dari sekitar Pamekasan dan Sumenep, sekali beli bisa mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu untuk per orang.
Para pembeli kebanyakan digunakan saat acara pernikahan untuk diletakkan di kamar pengantin.
Lingkungan tempat tinggal Taufik mayoritas penduduknya memang berbudi daya beberapa bunga.
Dengan usahanya ini, Taufik bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp 6 juta selama sebulan. ”Alhamdulillah, kalau lancar bisa sampai segitu hasilnya,” kata pria 32 tahun ini.
Untuk pemasaran dia tidak pernah menggunakan media sosial. Sebab di daerah dia tinggal memang sudah terkenal dengan kampung bunga.
Masyarakat sekitar juga berkecimpung di dunia tersebut. Dia berharap, bunga sedap malam miliknya bisa lebih dikenal oleh masyarakat.
”Saya tidak minta muluk-muluk. Secukupnya saja, apa yang Allah sudah kasih, karena apabila dia meminta berlebihan, khawatir dia tidak bisa menggunakan dengan sebaik mungkin,” tutupnya. (ail/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti