PAMEKASAN, RadarMadura.id - Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar Panen Raya Komoditas Bawang Merah di Pamekasan pada Jumat (16/2/2024). Klaster bawang merah dirintis pada tahun 2023. Program ini bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura dan Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan.
Jawa Timur merupakan kawasan komoditas bawang merah nomer dua setelah Jawa Tengah, dan salah satunya di kabupaten Pamekasan.
“Kami mengapresiasi peningkatan produksi klaster bawang merah Pamekasan,” terang Iqbal Reza Nugraha, Plt Kepala Divisi BI Jatim.
Kegiatan klaster tahun 2023 ialah uji varietas Biru Batu, Biru Lancor, Bima dan Tajuk dengan rata-rata hasil 8.5 ton per hektar. Hal ini terjadi kenaikan signifikan dengan produksi awal yang hanya menyentuh angka 5.5 ton/ha.
Koordinator program Gita Pawana menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas ini disertai dengan aktivitas budidaya yang sesuai SOP dan petani mampu menekan biaya produksi.
Selain uji varietas, klaster bawang merah fokus pada aktifitas pertanian semi organik. Pelatihan pembuatan pupuk organik, pestisida organik dan perbanyakan agen hayati menjadi fokus kegiatan klaster bawang merah.
Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur melalui divisi PSBI memberikan bantuan alsintan kepada kedua kelompok tani binaan. Yaitu kelompok tani Andalan dan kelompok tani Padimas.
“Klaster bawang merah di Kecamatan Pasean merupakan suatu upaya menekan inflasi Kabupaten Pamekasan,” terang Nolo Garjito, Plt Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Pamekasan. (*/dry/par)
Editor : Hendriyanto