PAMEKASAN, RadarMadura.id – Usaha sampingan tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, jika dikelola dengan baik, hasilnya cukup menggiurkan. Seperti yang ditekuni Ruki Hera Wati, pengusaha kue kering dan basah yang sukses mengantongi cuan puluhan juta dalam sebulan.
Warga Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan, itu sebenarnya sehari-hari menjadi guru di MTsN 3 Pamekasan. Namun karena mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya dia membuka usaha sampingan di rumah. ”Usaha ini saya kerjakan kalau sudah ada orderan,” ujarnya.
Menurut ibu dari tiga anak itu, usaha pembuatan kue kering dan kue basah tersebut ditekuninya sejak 2016. Sebelumnya dia berjualan baju. Karena sepi pembeli, akhirnya usaha tersebut ditutup. ”Awalnya saya membuat kue dan dijual di kantin sekolah. Lalu, kalau ada acara di sekolah, biasanya pesan kepada saya,” katanya.
Dijelaskan, kue basah dan kue kering buatannya itu dipasarkan di media sosial (medsos). ”Kue buatan saya dibuat berbeda dengan kue pada umumnya. Saya buat semenarik mungkin dengan bentuk mini. Saat diunggah di medsos, ternyata banyak yang order,” terangnya.
Alumnus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang itu memaparkan, alasan pelanggan memesan kue buatannya karena bentuknya unik dan lucu. Seperti kue tok (kue ku), kue sus, bronis, dan semacamnya. ”Karena ukuran kue kecil, mudah dimakan,” ungkapnya.
Perempuan berusia 43 tahun itu menuturkan, harga kue buatannya bervariasi. Paling murah Rp 2 ribu dan paling mahal Rp 4 ribu. Kuenya dipasarkan ke tiga kabupaten di Madura. Mulai dari Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. ”Kalau ramai pesanan, omzet sebulan bisa mencapai Rp 50 juta. Alhamdulillah, bisa mengumrahkan mertua perempuan,” ulasnya. (bai/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti