Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Pamekasan Raup Rupiah lewat Aneka Kue Frozen Khas Arab

Hera Marylia Damayanti • Senin, 4 Desember 2023 | 04:17 WIB
KREATIF: Farida memasukkan kue buatannya dalam freezer di rumahnya, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, Sabtu (25/11). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
KREATIF: Farida memasukkan kue buatannya dalam freezer di rumahnya, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, Sabtu (25/11). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Bagi sebagian perempuan, peluang meraup pundi rupiah bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga di waktu luangnya. Jadi tak melulu mengurus urusan rumah tangga. Dapur keluarga bisa terus mengepul berkat tangan kreatif. Bahkan, hasil kreativitas itu membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Seperti yang dilakukan Farida. Warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, itu memanfaatkan waktu luang dengan usaha kue frozen arabian. Saat ditemui Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Sabtu (25/11), Farida sedang mengemas produk kue frozen arabian. Produk yang telah selesai dibuat, sebelum dijemput oleh pelanggan disimpan di freezer.

”Saya memulai usaha ini sejak tiga tahun yang lalu. Pemasaran pertama dijual ke teman. Tak disangka, banyak yang menyukainya,” katanya Sabtu (25/11).

Usaha tersebut bermula saat dirinya hobi membuat kue khas Arab untuk disajikan pada keluarga. Kemudian, timbul inisiatif untuk memulai menekuni dari rumah kue frozen arabian. ”Karena sudah memiliki keahlian membuat kue khas arab, saya mulai menjualnya,” ujarnya.

Kue arabian buatannya beragam. Di antaranya, kebab, khamir, samosa, brota, roti maryam, lumpur kenari, dan sebagainya. ”Kami buat berbeda dengan cita rasa yang seperti di Arab,” ujarnya.

Perempuan 58 tahun itu memaparkan, bahwasanya harga kue dalam satu pak hasil buatannya beragam. Termurah risol mayo. Per pak isi 10 dibanderol Rp 27 ribu. Sedangkan yang paling mahal kue lumpur kenari. Satu pak isi 10 dibanderol dengan harga Rp 35.000. ”Lumayan, dalam sehari mendapat omzet Rp 300.000,” terangnya.

Ibu lima buah hati itu menerangkan, usaha tersebut tetap ditekuni lantaran sudah menjadi hobi dan kesukaannya membuat kue. Selain itu juga dapat menambah penghasilan terhadap keluarga. ”Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Perempuan berhijab itu menambahkan, meskipun menjadi ibu rumah tangga, asalkan tidak malas, bisa membantu menghasilkan cuan dari rumah. Asalkan mau berusaha, pasti ada cara untuk memperoleh pundi-pundi rupiah itu. ”Selama ada kesempatan, hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” pungkasnya. (bai/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#ibu rumah tangga #kreatif #frozen arabian #Beragam #khas arab #cita rasa