BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Membuka peluang usaha makanan kekinian memberikan keuntungan tersendiri. Seperti ide berjualan gimbap atau kimbab, makanan khas Korea. Meski awalnya untuk mengisi waktu kosong, lama-lama tak membuat kantong melompong.
Nurul Komaria berinisiatif berjualan kimbab hanya untuk mengisi waktu kosong. Usaha kimbab tersebut dinilai makanan yang masih belum ada di daerahnya di Desa/Kecamatan Kamal, Bangkalan.
”Awalnya hanya untuk mengisi waktu kosong saja sebelum saya latihan pemusatan. Tapi, sepertinya usaha ini akan terus dilanjutkan karena di sini belum ada,” katanya Sabtu (25/11).
Kimbab merupakan makanan khas Korea yang terbuat dari nasi yang digulung dengan nori atau rumput laut. Isian Kimbab Family miliknya terdiri dari telur, nugget, sosis, crab stick, dan sebagainya. Satu kimbab yang sudah dipotong dipatok dengan harga Rp 2 ribu.
”Satuannya saya jual dua ribu dengan enam varian rasa,” tambahnya.
Dalam sekali produksi, Nurul membuat 200–300 potong kimbab. Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan lokasi usahanya akan dibuka.
”Saya jualan di dua tempat, kalau weekend jualnya di car free day (CFD). Jadi buatnya lebih banyak dari hari biasa,” terangnya.
Menurutnya, dalam mempertahankan konsumen, dirinya memang tidak mematok untung banyak. Setidaknya, dalam sehari mengumpulkan uang Rp 400 ribu.
”Alhamdulillah, meskipun untungnya sedikit, semoga pembeli tetap suka dengan kimbab buatan saya. Yang penting modal awal kembali,” harapnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti