Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Coba-Coba Jualan Kerupuk ala Resep si Mbah, Kini Punya 10 Orang Pekerja

Fatmasari Margaretta • Senin, 23 Oktober 2023 | 03:00 WIB

TELATEN: Anis Khofifatun Nafilah (kerudung navy) mendampingi pekerja saat mengemas kerupuk Sabtu (21/10) di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
TELATEN: Anis Khofifatun Nafilah (kerudung navy) mendampingi pekerja saat mengemas kerupuk Sabtu (21/10) di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Jika ada kemauan, di situ ada jalan. Peribahasa itulah yang memotivasi Anis Khofifatun Nafilah memulai usaha kerupuk puli dan rengginang. Olahannya laris karena memiliki cita rasa khas.

Perempuan 23 tahun itu mengatakan, usaha tersebut dimulai sejak 2009. Awalnya, dia hanya memproduksi rengginang lorjuk. Kemudian, pada 2012 mulai mengembangkan membuat kerupuk yang juga berbahan lorjuk. ”Alhamdulillah, banyak diminati pelanggan sampai sekarang,” ujarnya.

Usaha tersebut bermula saat neneknya tidak betah menganggur. Kemudian, dia coba-coba mengajak nenek tercintanya membuat rengginang dengan campuran lorjuk. ”Untuk membuat kerupuk puli dan rengginang, mbah memang sudah memiliki keahlian. Jadi, tinggal dikembangkan,” terangnya.

Alumnus IAIN Madura itu menerangkan, usaha kerupuk puli dan rengginang lorjuk itu berkembang cukup pesat. Permintaan dari pelanggan sangat banyak sehingga dia harus merekrut tenaga kerja sebanyak 10 orang.

”Alhamdulillah bisa memberikan manfaat kepada tetangga dengan memberikan kesempatan bekerja,” ujarnya.

Dalam sepekan, bisa memproduksi tiga kali. Sekali produksi mampu menghasilkan kerupuk puli lorjuk dan rengginang lorjuk sebanyak 40 kilogram. Pembuatannya masih menggunakan cara manual tanpa menggunakan mesin. ”Lorjuk membeli ke tetangga,” terangnya.

 Perempuan murah senyum itu memaparkan, harga yang dibanderol bervariasi. Harga rengginang per kilogram Rp 45 ribu. Sedangkan kerupuk dibanderol dengan harga Rp 25 ribu per kilogram.

”Untuk kerupuk ada yang dijual dalam kondisi sudah digoreng. Harganya mulai dari Rp 500 sampai Rp 2.000 per bungkus,” katanya.

Produk olahan tersebut masih dipasarkan di wilayah sekitar tempat produksi. Meski demikian, omzet yang diperoleh bisa sampai Rp 10 juta dalam sebulan. ”Tekuni usaha yang dijalankan meski hasilnya sedikit dan selalu disyukuri berapa pun yang diperoleh,” tukasnya. (bai/pen)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Fatmasari Margaretta
#Trending #iain madura #pelanggan #pamekasan #kerupuk puli #rengginang #lorjuk #terkini #madura #usaha #radar madura #tenaga kerja