PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sangat padat. Selain mengurus rumah, juga harus mengasuh anak dan bersosial.
Akan tetapi, kondisi tersebut bukan alasan untuk tidak produktif.
Di saat waktu senggang, bisa digunakan untuk menyalurkan bakat menjadi sebuah karya yang menghasilkan uang.
Seperti yang dilakukan Saidah, perempuan asal Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan.
Di sela kesibukannya mengurus rumah tangga, dia memanfaatkan media sosial YouTube untuk belajar membuat aksesori perempuan.
Berkat ketekunannya, dia mahir membuat aksesori. Hasil karyanya sudah tembus pasar internasional.
”Awalnya, saya tertarik karena ada orang membuat suvenir pernikahan berupa aksesori. Kemudian, saya ingin membuatnya dan belajar di YouTube untuk dikembangkan sendiri,” ujarnya.
Saidah menekuni usaha aksesori sejak 2013. Sampai sekarang, peminatnya sangat banyak bahkan pasarnya tidak hanya di dalam negeri.
Namun, sampai ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.
Aksesori perempuan buatannya berbahan kawat dengan paduan akrilik.
Di antaranya, kalung, bros, peniti, cincin, dan sebagainya. ”Motifnya menyesuaikan dengan model yang lagi viral, jadi laku terus,” katanya.
Aksesori hasil karyanya paling murah dijual dengan harga Rp 5 ribu.
Sedangkan paling mahal dijual Rp 400 ribu. ”Biasanya berupa kalung sesuai permintaan pembeli,” katanya.
Ibu dengan tiga orang anak itu menerangkan, pemasaran produk aksesorinya sudah merata di empat kabupaten di Madura. Bahkan, tembus pasar mancanegara di dua negara.
Perempuan 48 tahun itu menerangkan, meskipun usaha yang ditekuni masuk kategori rumahan, tapi peminatnya sangat banyak.
Terutama, saat musim manten, omzet sebulan bisa tembus Rp 20 juta. ”Usaha ini cukup ringan, jadi saya kerjakan sendiri,” katanya.
Menurut dia, agar tidak ditinggalkan pelanggan, kualitas produknya harus benar-benar dijaga.
Jika kualitasnya menurun, pelanggan akan kabur. ”Kalau kualitasnya bagus, pelanggan akan kembali memesan,” pungkasnya. (bai/pen)
Editor : Abdul Basri