Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BRI Angkat Potensi Ekonomi di Wilayah 3T

Abdul Basri • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 04:40 WIB
Photo
Photo
KUPANG – Masyarakat Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin merasakan manfaat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai agent of development. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang terstruktur dan sistematis, BRI terus berupaya menumbuhkembangkan UMKM dengan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari datang langsung melihat kondisi masyarakat Kupang. Dia mengungkapkan, perseroan terus berupaya menciptakan sumber pertumbuhan bisnis baru. Hal itu pun harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek people, profit, dan planet.

”Apa yang kami lakukan di Kupang ini adalah contoh kecil supaya BRI bisa tumbuh sustainable. Apa yang sudah dikerjakan BRI adalah untuk bisa tumbuh hari ini dan mengantisipasi tantangan juga persaingan di masa depan,” kata Supari.

Dalam menjangkau dan mengoptimalkan pelaku usaha ultra mikro, melalui Holding Ultra Mikro (UMi), sinergi BRI bersama Pegadaian dan PNM (Permodalan Nasional Madani) menjadikan masyarakat lebih mudah mengakses layanan keuangan. Masyarakat dapat mengakses layanan/produk keuangan dari tiga entitas dalam satu tempat saja, yakni co-location Senyum (Sentra Layanan Ultra Mikro).

Cross selling di Holding Ultra Mikro ini juga ditunjang oleh digitalisasi bisnis proses serta layanan yang memadai. Salah satunya dengan adanya Senyum Mobile. Platform tersebut didukung BRISPOT yang menjadikan pengajuan kredit menjadi lebih cepat dan Sistem Pengelolaan Pipeline Penjualan Pegadaian (Selena) yang terdigitalisasi.

”Pegadaian Unit Busalangga merupakan salah satu outlet dengan kinerja terbaik dan non performing loan rendah. Terdapat peningkatan dari sisi outstanding dan jumlah nasabah melalui sinergi Holding UMi ini. Dari sisi BRI, BRI unit juga mendapat manfaat dari pembukaan rekening oleh nasabah Pegadaian. Dengan demikian, kedua entitas saling mendapatkan manfaat,” papar Supari.

Profesor Jay K. Rosengard yang merupakan adjunct lecturer di kebijakan publik Harvard Kennedy School mengungkapkan, BRI berhasil membangun ekosistem community banking. Profesor Jay bahkan menyatakan, BRI punya peranan besar dalam mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia. Dia menyebutkan, salah satu contohnya, bank dengan jaringan terluas di Indonesia ini sekaligus menghadirkan layanan yang dekat dengan masyarakat melalui branchless banking AgenBRILink.

Pemberdayaan ini, salah satunya, dapat dilihat dari kehadiran Elia, mitra AgenBRILink di Kupang. Sejak bergabung empat tahun lalu, dia menyebut bahwa masyarakat sekitar kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan 30 menit ke branch unit terdekat. Beragam layanan perbankan di AgenBRILink bisa dipenuhi kapan saja hanya dengan mendatangi warung kelontong miliknya.

Elia pun menambah layanan dengan menjadi agen Mitra UMi sehingga dapat membantu masyarakat yang ingin mendapat pinjaman modal usaha seperti berdagang dan bertani. Menjadi AgenBRILink selain dari sisi sosial dapat membantu masyarakat sekitar, Elia pun merasa dapat meningkatkan pendapatan. Agen BRILink Elia melayani nasabah yang datang dari 3–4 kecamatan lain.

”BRI membantu masyarakat Rote mendapatkan layanan perbankan melalui AgenBRILink. Juga membantu usaha saya semakin maju,” kata Elia.

Untuk program binaan kelompok usaha, BRI pun sukses melambungkan klaster tenun ikat janur kuning di Pulau Rote. Tenun ikat adalah warisan budaya masyarakat di sana. Klaster usaha tersebut didirikan secara resmi pada 2002 dan beranggota lima orang. Seiring berjalannya waktu, bertambah pula jumlah anggotanya yang saat ini menjadi 35 orang.

Kelompok usaha itu dipimpin Monica sebagai ketua klaster yang juga nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dengan plafon Rp25 juta. Klaster usaha ini membuat kain tenun ikat tradisional dengan alat sederhana, namun menghasilkan produk yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan anggota kelompok usaha.

Hasil produksi kelompok usaha ini tidak hanya dipasarkan di Pulau Rot, tapi juga melalui sosial media. Dengan demikian, pelanggan dari luar daerah seperti Jakarta dapat membeli produknya. Adapun tantangan yang dihadapi para pengusaha, harga bahan baku semakin mahal dan modal terbatas. Dengan semakin pulihnya sektor pariwisata pascapandemi, serta adanya pinjaman KUR, dan Kupedes BRI, para anggota kelompok usaha kini mampu mengembangkan usahanya.

”BRI tidak hanya memberikan saya kepercayaan berupa pinjaman modal. Namun, juga pelatihan yang bisa membantu ibu-ibu di sini menambah penghasilan keluarga dan memperluas pemasaran tenun ikat motif Pulau Rote,” tutur Monica.

Dengan letak geografis Pulau Rote sebagai kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), masih sangat jarang perbankan yang masuk ke Rote sehingga peran BRI di kawasan ini menjadi sangat penting. Selain untuk memberikan layanan keuangan perbankan, juga untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Pulau Rote. (*/par) Editor : Abdul Basri
#Holding UMi #SenyuM #Kupang #umi #nusa tenggara timur #ntt #sinergi BRI #pnm #bri #Direktur Bisnis Mikro #SELENA #umkm #Pegadaian Unit Busalangga #pelaku usaha ultra mikro #Sentra Layanan Ultra Mikro #pegadaian #Supari #Permodalan Nasional Madani #Holding Ultra Mikro #PT Bank Rakyat Indonesia #agent of development #Sistem Pengelolaan Pipeline Penjualan Pegadaian #BRISPOT #Senyum Mobile #persero