Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Potensi Industri Sawit untuk Kesejahteraan Rakyat

Abdul Basri • Jumat, 26 Agustus 2022 | 06:38 WIB
OPTIMISTIS: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (EKON.GO.ID)
OPTIMISTIS: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (EKON.GO.ID)
JAKARTA, Jawa Pos Radar MaduraPeran sektor pertanian sebagai salah satu kontributor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari dukungan subsektor perkebunan. Terutama dari komoditas kelapa sawit. Industri kelapa sawit terbukti mampu menyerap tenaga kerja dengan jumlah tinggi, membangun kemajuan pedesaan, hingga mengurangi tingkat kemiskinan dengan cukup signifikan.

Indonesia merupakan negara produsen sawit terbesar di dunia yang menyumbang 54 persen market share dunia. Ekspor produk industri kelapa sawit Indonesia mampu menjangkau lebih dari 125 negara untuk keperluan pangan, energi, dan aneka industri hilir lainnya.

”Potensi ekspor yang tinggi ini perlu untuk terus kita dorong sejalan dengan adanya peningkatan harga komoditas kelapa sawit yang masih tinggi untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech secara virtual dalam acara Borneo Forum Ke-5 Tahun 2022 dengan tema Menuju Industri Sawit Borneo Lebih Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kemarin (24/8).

Pemerintah terus mengembangkan industri hilir kelapa sawit agar tidak hanya terkonsentrasi pada bahan baku. Namun, juga hingga ke hilir, bahkan sampai produk akhir. Semua itu dilakukan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi.

Pemerintah juga telah menerapkan berbagai kerangka kebijakan komprehensif dan mendorong kerja sama multipihak agar sektor kelapa sawit mampu berkembang dengan tetap memperhatikan keberlanjutannya bagi lingkungan. Penetapan kerangka kebijakan tersebut mulai dari Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) 2019–2024, hingga program strategis nasional tentang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

”Kontribusi sektor perkebunan kelapa sawit yang besar juga perlu terus diiringi dengan sustainability  bagi lingkungan dan masyarakat luas agar sejalan dengan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan,” ungkap Airlangga.

Airlangga menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah agar terus mengawal keberlanjutan investasi industri kelapa sawit. Pada saat yang sama memberikan kepastian hukum berusaha, mendorong pelaksanaan program PSR, dan menjaga kemitraan antara perkebunan sawit rakyat dan perkebunan besar. Selain itu, memfasilitasi penyelesaian masalah terkait dengan industri kelapa sawit dan mempromosikan industri sawit di daerahnya agar semakin berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri gubernur Kalimantan Tengah, gubernur Kalimantan Barat, gubernur Kalimantan Selatan, gubernur Kalimantan Timur, dan gubernur Kalimantan Utara. Selain itu, ketua DPRD Kalimantan Tengah, kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Kapolda Kalimantan Tengah, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, ketua umum GAPKI, ketua cabang GAPKI seluruh Indonesia, dan ketua Asosiasi Petani Perkebunan. (ekon.go.id/luq) Editor : Abdul Basri
#sawit #pertumbuhan ekonomi nasional