Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mana yang Lebih Pas untuk Atasi Kebutuhan Mendesak?

Abdul Basri • Kamis, 4 Agustus 2022 | 02:22 WIB
Photo
Photo
KETIKA mendadak dihadang masalah keuangan mendesak, apa hal yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? Mayoritas dari Anda tentu akan terpikir untuk mencari bantuan finansial melalui pinjaman. Hanya saja, saat ingin mengajukan pinjaman ke anggota keluarga, tetangga, teman, ataupun rekan kerja, ada harga diri yang harus dijaga.

Alih-alih demikian, tak jarang seseorang akhirnya lebih memilih untuk memanfaatkan layanan pinjaman online kilat atau tarik tunai dari kartu kredit untuk mendapatkan dana tunai. Namun, sebelum itu, ketahui dulu layanan mana yang lebih baik untuk dipilih agar bisa meraih manfaat optimal.

Lalu, apa saja perbedaan dari layanan pinjaman online dengan tarik tunai kartu kredit? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini agar tak salah pilih layanan untuk mengatasi masalah keuangan mendesak.

Tarik Tunai dari Kartu Kredit

Saat melakukan tarik tunai kartu kredit, nasabah tidak bisa mengambil dana hingga batas puncak plafon atau limit kreditnya. Biasanya, batasan penarikan tunai pada kartu kredit adalah 40 sampai 60 persen dari plafon kartu kredit per bulan. Jika limitnya tergolong sedikit, dana yang bisa ditarik tunai juga menjadi semakin terbatas dan berisiko tak mampu dijadikan solusi atasi masalah keuangan.

Meski begitu, tarik tunai pada kartu kredit bisa langsung dilakukan via ATM, tanpa proses ataupun syarat pengajuan tambahan. Jadi, dananya bisa langsung didapatkan kapan pun dan dimanapun dibutuhkan asalkan memiliki akses ke fasilitas ATM.

Tingkat suku bunga pada kartu kredit sudah pasti lebih jelas sebab mengacu ketentuan dari Bank Indonesia atau BI. Meski begitu, tetap perhatikan tingkat bunga yang diberikan oleh penyedia layanan kartu kredit, bandingkan, dan pilih yang paling terjangkau.

Tidak hanya itu, umumnya beban bunga pada fitur tarik tunai layanan ini lebih besar ketimbang saat digunakan sebagai metode pembayaran. Jadi, mungkin nominal cicilan kartu kredit saat digunakan untuk tarik tunai relatif lebih mahal.

Saat ingin menggunakan fasilitas tarik tunai pada kartu kredit, Anda tidak bisa menemukan opsi pinjaman lain yang bisa dipilih. Hal ini dikarenakan mesin ATM tidak menyediakan layanan lain selain tarik tunai melalui kartu kredit.

Ditawarkan dan disediakan oleh lembaga keuangan yang resmi, sudah pasti keamanan dan kenyamanan menggunakan kartu kredit terjamin. Berbeda dengan pinjaman online yang relatif lebih berisiko terhadap tindakan penipuan akibat adanya layanan ilegal dan tak terdaftar OJK.

Tenor pelunasan pada kartu kredit lebih fleksibel. Meski begitu, tetap perhatikan tingkat bunganya karena semakin panjang tenor yang dipilih, biasanya beban bunganya menjadi lebih tinggi.

Pinjaman Online

Dibandingkan dengan tarik tunai pada kartu kredit, pinjaman online memiliki plafon kredit yang lebih luwes untuk mengatasi masalah keuangan. Asalkan memenuhi syarat penghasilan minimum, memiliki skor kredit positif, dan mampu melampirkan seluruh berkas yang dibutuhkan, kemungkinan besar pihak kreditur bakal menyetujui pengajuan Anda.

Saat mengajukan pinjaman online, Anda perlu menunggu paling tidak 1 hari kerja agar dana pinjaman bisa tiba di rekening. Penyebabnya karena penyedia pinjaman online akan memverifikasi dulu pada dokumen dan identitas calon penggunanya secara rinci. Meski begitu, tak sedikit pula layanan pinjaman online yang mampu mencairkan dana pinjaman dalam waktu beberapa jam saja asalkan dokumen dan syarat pengajuan terpenuhi seluruhnya.

Tingkat bunga pada pinjaman online terbilang cukup tinggi dan telah ditetapkan oleh pihak penyedia layanannya. Karena itu, Anda wajib memperhatikan dulu tingkat bunga pinjaman ini dan melakukan perbandingan agar bisa mendapatkan bunga yang paling terjangkau. Dengan begitu, nominal cicilannya nanti tak terlalu membebani finansial.

Pinjaman online memiliki beberapa opsi layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan penggunanya. Beberapa contohnya adalah KTA, pinjaman non-bank, serta P2P lending.

Saat berencana mengajukan pinjaman online, pastikan untuk mengecek legalitas, kredibilitas, dan status terdaftarnya di OJK. Hal ini penting untuk dilakukan karena ancaman pinjaman online ilegal cukup masif dan mampu merugikan penggunanya dengan tingkat bunga selangit serta metode penagihan tak manusiawi.

Selayaknya produk pinjaman serupa, pembayaran cicilan pinjaman online harus dilakukan secara rutin tiap bulan sebelum tanggal jatuh tempo. Jika terlambat, siap-siap menerima denda keterlambatan, penagihan dari debt collector, dan penurunan skor kredit.

Waspadai Risiko Pinjaman Online Ilegal

Dengan syarat dan proses pengajuan yang lebih simpel, seperti data pribadi, informasi NPWP, hingga KTP, kebanyakan orang mungkin cenderung memilih pinjaman online ketimbang tarik tunai via kartu kredit untuk atasi kebutuhan mendesak. Hanya saja, tetap cermat dalam memilih layanan dan pastikan kredibilitas serta legalitasnya terjamin. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari risiko terjebak penipuan pinjaman online ilegal yang malah bisa mengancam kondisi keuangan. Editor : Abdul Basri
#pinjaman online #cermati.com #mudah #butuh dana #pinjol #kredit