RadarMadura.id - Sebuah video yang beredar di media sosial TikTok mengklaim telah mengetahui hasil perolehan suara sementara pemilihan presiden (pilpres) 2024 di enam negara.
Video tersebut menunjukkan pasangan calon nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, unggul jauh dari dua pasangan calon lainnya.
Video tersebut diunggah oleh akun @pemilu2024 pada 9 Februari 2024. Dalam video berdurasi 15 detik itu, terlihat sebuah layar komputer yang menampilkan hasil perolehan suara sementara di enam negara, yaitu Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, Taipei, dan Singapura.
Dalam video tersebut, pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan persentase suara tertinggi di semua negara, kecuali Singapura.
Di Malaysia, misalnya, pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan 83,3% suara, sementara pasangan nomor urut satu, Anies-Muhaimin, mendapatkan 7,2% suara, dan pasangan nomor urut tiga, Ganjar-Mahfud, mendapatkan 9,5% suara.
Video tersebut juga disertai dengan narasi yang mengatakan, "Di Taiwan dan Malaysia Anda sudah menang, jenderal." Narasi tersebut merujuk pada Prabowo Subianto yang merupakan mantan jenderal TNI.
Namun, benarkah video tersebut menampilkan hasil perolehan suara sementara yang valid?
Ternyata tidak. Video tersebut merupakan hoaks yang bertujuan untuk menyesatkan publik.
Fakta dan Hasil Penelusuran
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari membantah bahwa sudah ada publikasi hasil perolehan suara pemilu 2024 di luar negeri.
Ia mengatakan bahwa pemungutan suara di luar negeri memang dilakukan lebih awal (early voting) dibandingkan dalam negeri, namun penghitungan suara di luar negeri dilakukan bersamaan dengan waktu penghitungan suara dalam negeri, yaitu pada 14-15 Februari 2024.
Baca Juga: NIkmati Wisata Dunia di The World Landmark Merapi Park, Cek Harga Tiket dan Lokasinya
"Dengan demikian, bila sudah ada publikasi hasil penghitungan suara luar negeri sebelum 14 Februari 2024, kami pastikan itu adalah tidak benar," kata Hasyim dalam keterangan resminya, Jumat (9/2/2024).
Hasyim juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya. Ia mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan hasil penghitungan suara yang resmi melalui situs KPU atau media yang kredibel.
"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Kami mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan hasil penghitungan suara yang resmi melalui situs KPU atau media yang kredibel," ujar Hasyim. (hasan)
Editor : Hasan Bashri