Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dari Madura untuk Indonesia

Dafir. • Kamis, 11 September 2025 | 16:21 WIB
Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah.
Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah.

OLEH: Dafir Falah

UJUNG timur Pulau Garam, di tanah Sumenep yang berhembus doa. Lahirlah seorang anak Madura, yang kini menapaki jalan negara.

Namanya MH Said Abdullah. Putra kampung yang tak lupa asal. Terus tumbuh di tanah tandus penuh keringat, namun hatinya subur oleh cita dan niat yang tulus.

Sejak muda, dia belajar bersuara. Di mimbar-mimbar organisasi. Di lorong perjuangan, menyulam harapan rakyat kecil agar tak hilang ditelan arus zaman.

Dua dekade lebih dia duduk di Senayan. Bukan sekadar kursi, melainkan titipan amanah ratusan ribu suara, hingga 2024 menorehkan rekor—suara terbanyak di seantero Nusantara.

Di kancah nasional. Dia bicara tentang Madura. Tentang garam dan tembakau. Tentang desa yang menunggu terang. Tentang sekolah yang haus ilmu. Tentang pesantren yang butuh pelita. Juga tentang sehat yang dihadirkan dalam rupa-rupa fasilitas kesehatan.

Ke semuanya itu. Banggar-lah tempatnya. Dia mengawal anggaran. Seperti petani menjaga padi. Tak ingin rakyat kehilangan haknya. Tak ingin negeri kehilangan arah pula.

Bagi Said Abdullah. Politik bukan sekadar kuasa, tetapi janji yang harus ditunaikan. Seperti doa para ibu. Seperti kerja keras para nelayan, yang menebar jala bukan untuk diri, melainkan untuk kehidupan bersama.

Maka namanya bergema, bukan hanya di gedung parlemen. Tapi juga di serambi masjid, di kelas sederhana, dan di hati rakyat Madura—yang menyebutnya bukan sekadar wakil, melainkan sahabat yang pulang membawa kabar.

Kini, di tengah geliat politik nasional dan dinamika pembangunan daerah yang terus menganga. Nama MH Said Abdullah tak pernah lepas dari perhatian publik, terutama rakyat Madura.

Politisi senior PDI Perjuangan ini bukan hanya dikenal karena kekuatannya di panggung nasional, tetapi juga karena konsistensinya hadir di tengah masyarakat akar rumput di tanah kelahirannya—Pulau Garam.

Lima kali berturut-turut melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI dari Dapil Madura, tentu pencapaian luar biasa. Tetapi, bukan itu yang membuat masyarakat Madura setia memberikan kepercayaan. Sebab bagi mereka, Said Abdullah adalah pemimpin yang hadir, menyapa, dan berbagi, bahkan di saat yang paling sunyi.

Sejarah terus mencatatnya. Terlebih, pada saat Pemilu 2024 lalu. Dengan torehan lebih dari 661.000 suara, Said Abdullah mencatatkan dirinya sebagai caleg dengan suara tertinggi secara nasional. Sumenep menyumbang angka terbesar, disusul Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan. Angka-angka itu bukan sekadar statistik, melainkan bukti kepercayaan rakyat Madura yang begitu dalam.

Pengamat politik menyebut, ketokohan Said Abdullah di Madura sudah tak terbantahkan. Dia bukan hanya politikus, tetapi figur sentral dalam jaringan sosial, budaya, hingga keagamaan di Madura.

Bukan hanya soal kursi dan suara, ayah kandung Kaisar Kiasa Kasih Said Putra ini juga terus mengangkat isu strategis tentang pembangunan Madura. Dia secara tegas menyuarakan pembubaran Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) yang dinilai tak berpihak pada kepentingan lokal. Sebagai gantinya, Said Abdullah mendorong agar Madura ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Baginya, model pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM adalah jalan yang lebih realistis untuk membawa Madura keluar dari ketertinggalan struktural.

“Kita butuh pendekatan yang sesuai dengan karakter Madura. KEK adalah langkah strategis untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Bukan hanya itu yang diperjuangkan, kini setelah resmi kembali menjadi wakil rakyat untuk kelima kalinya, Said Abdullah memfokuskan perhatiannya pada dua persoalan mendesak di Madura: stunting dan rumah tidak layak huni (RTLH).

Baginya, kemajuan daerah tak hanya dilihat dari infrastruktur, tetapi juga dari seberapa sehat dan sejahtera rakyatnya.

“Saya ingin anak-anak Madura tumbuh sehat, cerdas, dan punya masa depan. Dan itu harus dimulai dari rumah yang layak dan gizi yang cukup,” ungkapnya penuh harap.

Terakhir sebagai penutup. MH Said Abdullah bukan hanya politisi kawakan. Dia adalah potret pemimpin yang membumi. Kiprahnya tak hanya tercatat di lembaran peraturan, tetapi juga dalam hati rakyatnya.

Dari rutan hingga masjid, dari desa hingga senayan, jejaknya nyata. Dan selama rakyat Madura masih menggantungkan harap padanya, Said Abdullah berjanji: perjuangan ini belum selesai. (*)

Editor : Dafir.
#Banggar #dpr #Said Abdillah #madura