Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Duka Purnama, Pelita, dan Kembang Setaman

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 27 Oktober 2024 | 13:00 WIB
Lukman Hakim AG.
Lukman Hakim AG.

Oleh LUKMAN HAKIM AG.

 

DUKA kembali melanda di tengah upaya pelestarian bahasa dan sastra Madura. M. Drajid, seorang dosen dan penulis buku pelajaran meninggal dunia pada Rabu (16/10). Kepergian penulis buku Kembhâng Bhâbur itu menambah duka setelah sebelumnya kita kehilangan Adrian Pawitra dan M. Saidi Dahlan.

Tiga tokoh kita ini meninggal dunia saat pemerintah sedang gencar melaksanakan revitalisasi bahasa daerah (RBD), termasuk bahasa Madura yang masuk program itu bersamaan dengan bahasa Jawa dialek Using sejak 2023. Saidi wafat tepat pada Hari Lahir Pancasila 2023 bersamaan dengan pelaksanaan bimbingan teknis guru master wilayah Bangkalan di Surabaya. Sementara Adrian meninggalkan kita pada Senin, 17 Juli 2023.

Meninggalnya mereka menyisakan duka mendalam bagi kita. Namun, kita tidak hanya bisa meratapi tiga sosok tersebut. Mereka telah meninggalkan warisan berharga. Terutama dalam hal pelestarian dan pengembangan bahasa Madura. Karya tulis mereka merupakan bukti nyata atas kesungguhan dalam merawat budaya Madura.

Dari almarhum Saidi kita belajar tentang ketekunan, kreativitas, dan produktivitas menulis. Selain menjadi dosen dan pegawai pemerintah, semasa hidupnya dia aktif menulis. Selain itu, dia menyunting buku Paramasastra Madura.

Sebelum meninggal dunia, dia juga aktif dalam pelestarian dan pengembangan bahasa Madura melalui Damar Kambang. Melalui komunitas ini dia dan teman-temannya yang mayoritas guru se’-sesse’ berras pote hingga melahirkan kamus bahasa Madura dan buku pelajaran yang namanya sama dengan nama komunitas yang diketuainya, Damar Kambang

M. Saidi memang sudah pergi. Namun, warisannya terus menjadi pelita bagi guru dan murid dalam pembelajaran bahasa Madura.

Adrian juga meninggalkan warisan berharga bagi Madura. Yakni berupa kamus, ciptaan lagu, dan lain-lain. Salah satu lagu pria yang pernah menjadi konsultan itu berjudul E Tera’ Bulan. Dia juga aktif di Yayasan Pragalba.

Seperti lagunya, dedikasi dan karyanya tak pernah padam. Kita sebagai generasi yang ditinggal berkewajiban untuk menjaga cahaya rembulan itu agar tetap bersinar. Di bawah purnama itu kita hendaknya tetap merawat dan mengembangkan warisan almarhum.

Materi Pengajaran Basa Madura untuk SMP yang disusun bersama Moh. Tajib, R. Sukardhy Asmara, dan Moh. Moestadji. Selain itu, bersama Achmad Sofyan, Muhammad Saleh, dan Sri Ratnawati, dia menyusun Pedoman Umum Ejaan Bahasa Madura yang Disempurnakan (2003).

Baca Juga: Menghakimi Hakim

Selain itu, M. Drajid, dkk. menyusun buku Pengajaran Basa Madura Kaangguy SLTP Kellas 1: Kembang Babur. Laki-laki yang lahir pada 6 Januari 1940 itu juga menjadi teladan dalam membaca. Hingga usia sepuhnya dia masih suka membaca. Termasuk membaca koran yang salah satu manfaatnya untuk referensi penulisan berbahasa Madura.

M. Drajid juga terlibat dalam tim penerjemahan Al-Qur’an bersama. Dia juga tercatat sebagai dosen bahasa Madura prodi Tadris Bahasa Indonesia di IAIN Madura.

”Generasi bangsa berkewajiban memberi pemahaman tentang warisan nenek moyang. Salah satunya bahasa Madura. Jangan sampai, orang Madura tidak paham dengan bahasanya sendiri,” tegas Drajid kepada Jawa Pos Radar Madura di rumahnya, Sabtu, 13 Januari 2018.

Pencipta lagu E Tera’ Bulan itu sudah mendahului. Namun, cahayanya masih kita nikmati. Ketua Damar Kambang juga pergi. Namun, dia meninggalkan pelita bagi kita. Penyusun Kembang Babur juga menyusul. Namun, aromanya akan tetap harum dari generasi ke generasi.

Ketiganya meninggal saat RBD sedang berjalan untuk tahap dua tahun ini. Kita berharap program yang melibatkan ratusan guru master dengan anggaran tidak sedikit itu berhasil sesuai harapan. Salam. (*)

*)Wartawan Jawa Pos Radar Madura

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Adrian Pawitra #lagu #purnama #duka #Saidi #pelita #bahasa madura #warisan #Drajid #Sastra Madura #kamus #buku #meninggal dunia #Damar Kambang #penulis #kembang setaman