Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tony Broer dan Ziarah Tubuh

Abdul Basri • Senin, 7 Agustus 2023 | 05:52 WIB

 

GUYUB: Tony Broer bersama teman-teman MSP dan tim persiapan pentas Tubuh Dzikir 2013 di halaman Instika Guluk Guluk, Sumenep.
GUYUB: Tony Broer bersama teman-teman MSP dan tim persiapan pentas Tubuh Dzikir 2013 di halaman Instika Guluk Guluk, Sumenep.

Oleh MUHAMMAD AFFAN ADZIM*

AKTOR kawakan Tony Broer akan melakukan ziarah tubuh. Tony Broer adalah aktor tubuh yang pernah menggelar pentas instalasi tubuh di bererapa negara di kawasan Asia dan Eropa. Broer pernah berkunjung ke Annuqayah pada awal 2013, ketika itu ia memandu workshop ”Tubuh Dzikir” yang digelar oleh Masyarakat Seni Pesantren (MSP) bekerja sama dengan Sanggar Gendewa Instika Guluk Guluk. Pekan ini Broer akan ke Madura dalam misi ziarah tubuh para wali.

Ziarah tubuh akan diawali dari maqbarah Syaikhona Kholil Bangkalan. Lalu bergerak ke kompleks pemakaman Batu Ampar Pamekasan. Ditutup dengan ziarah ke maqbarah Kiai Muhammad Syarqawi, pendiri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk Guluk.

Ziarah tubuh adalah aktivitas mengunjungi tubuh. Di dunia teater ini bagian daripada kerja keaktoran. Tapi, tak banyak para aktor yang menempuh jalan ini. Jalan ini sejatinya jalan sunyi dan kurang begitu banyak diminati.

Satu hal penting dalam keaktoran tubuh, yaitu menajamkan rasa, menyerap energi positif, menubuhkan nilai-nilai kebaikan universal ke dalam diri. Dengan demikian, keaktoran sejatinya merupakan ritual salik yang ditempuh para pejalan spiritual untuk menggapai makrifat Tuhan.

Syekh Abu Thalib Al Makki (386 H/996 M), ulama sufi yang beberapa karyanya menjadi rujukan Imam Al Ghazali, berkisah di salah satu kitab karangannya Qut-ul Qulub fi Mu'amalati-l Mahbub. Di saat pekat turun menggenangi lapisan antariksa, ketika hening malam memuncak di ujung diam, Kanjeng Rasul Muhammad berkunjung ke pemakaman. Di situ Nabi merapal doa untuk para mendiang. Nabi sang junjungan, tubuh inti dari mikro kosmik alam raya ini sering berziarah tubuh. Tubuh bukan sekadar warangka bagi hati dan jiwa. Tubuh adalah pesuruh atas isyarat hati dan roh.

Suatu ketika Imam Hasan Al Maghrabi sedang berdiam diri. Lalu Kanjeng Nabi datang menghampiri, menampakkan dirinya yang agung dalam wujudnya yang nyata. Nabi kemudian berpesan atas wasiat yang diminta oleh Imam Hasan. ”Dudukmu di hadapan para wali, baik hidup ataupun mati, walau hanya dalam masa waktu sepenetasan telur, masih lebih baik bagimu daripada engkau beribadah hingga remuk tulang belulang.”

Pada akhirnya, perjalanan tubuh akan berakhir dengan sujud. Sujud merupakan ekspresi simbolik paling agung dari sekian rangkaian laku keimanan. Sujudnya hati, jiwa, dan unsur-unsur ragawi semua, adalah sejatinya sujud yang akan berbuah kepasrahan. Sikap pasrah inilah yang merupakan inti daripada inti dari seluruh narasi penciptaan alam semesta ini.

Jika demikian, maka lakon keaktoran tubuh tertinggi adalah sujud dan kepasrahan hati seorang hamba kepada Tuhannya. ”Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Sebab hakikat kepasrahan inilah, Tuhan meminta langit dan bumi agar patuh atas dasar kehendak-Nya. ”Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, ”Kami datang dengan patuh.” (QS Fushilat, 101).

Jadi, apakah riwayat ini alasan rujukan inspirasi Tony Broer dan kawan-kawan dari ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Bandung dalam misi ziarah tubuh kali ini? Bisa jadi. Wallahu a’lam.

 

Ziarah Tubuh

Kuburan menjadi pengingat paling senyap tentang hidup yang tak kekal dan kematian yang pasti datang

Batu nisan, pusara, dan keheningan bekerja efektif menghancurleburkan keangkuhan dalam hati dan ilusi hidup selama-lamanya

Biarkan semerbak aroma kematian membunuh gejolak hasrat

Biarkan ruhani berpesta dalam kesendirian

 

*)Music director TK2 (Teater Komedi Kontemporer) UIN Malang, 1997. Berkegiatan di Masyarakat Seni Annuqayah (MSA), mengajar di SMA 3 Sabajarin, tinggal di Guluk-Guluk.

Editor : Abdul Basri
#seni #pesantren #Ziarah Tubuh #catatan #Tony Broer