SUMENEP – Reses yang digelar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah pada 7 Februari lalu benar-benar meninggalkan jejak nyata. Bukan sekadar menyerap aspirasi, tetapi langsung diwujudkan dalam bentuk bantuan konkret bagi warga.
Ismiyana, warga Dusun Tobato, Desa Manding Daya, menjadi salah satu yang merasakan langsung manfaatnya. Dalam dialog hangat saat reses, perempuan sederhana itu menyampaikan keluh kesahnya tentang kebutuhan handtraktor untuk menunjang pekerjaan pertanian keluarganya.
Tanpa menunggu lama, politisi PDI Perjuangan tersebut langsung merespons. Di hadapan warga, dia menyatakan siap membantu. Bahkan, bantuan itu diberikan menggunakan uang pribadi.
Kini, handtraktor yang diimpikan Ismiyana telah terparkir di rumahnya. Alat tersebut resmi diterima dan siap digunakan untuk menggarap lahan, terlebih di tengah musim hujan yang menuntut percepatan olah tanah.
“Terima kasih, Pak Said. Bantuan ini sangat berarti bagi kami sekeluarga,” ujar Ismiyana lirih, matanya berkaca-kaca.
Kepala Desa Manding Daya, Ahmad Daini, membenarkan bahwa bantuan tersebut sudah direalisasikan. Dia menjelaskan, sepekan setelah kegiatan reses, dana yang diberikan langsung dibelanjakan untuk membeli handtraktor.
“Karena saat itu Pak Said memberikan uangnya. Dan saya diminta membelanjakan,” terangnya.
Menurut dia, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi warganya, khususnya bagi petani kecil yang bergantung pada alat pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
“Sangat membantu, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini. Pengolahan lahan jadi lebih cepat,” imbuhnya.
Kehadiran MH Said Abdullah dalam reses kali ini pun dinilai bukan sekadar agenda formalitas. Aspirasi yang disampaikan warga tak berhenti di catatan, tetapi langsung berbuah tindakan nyata.
Bagi Ismiyana, handtraktor itu bukan sekadar alat. Ia adalah harapan baru tentang kerja yang lebih ringan, hasil panen yang lebih baik, dan bukti bahwa suara warga kecil benar-benar didengar. (*/daf)
Editor : Dafir.