PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasus campak di Kabupaten Pamekasan belum mereda. Hal itu merujuk pada data dinas kesehatan (dinkes) yang menunjukkan adanya peningkatan korban. Jika sebelumnya 11 orang meninggal, kini bertambah menjadi 12 orang.
Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Avira Sulistyowati mengatakan, jumlah warga suspek campak sebanyak 1.127 orang. Dari jumlah itu, 176 orang berdomisili di Kecamatan Proppo.
”78 persen penderita tidak diimunisasi,” kata Plt Kabid P2P Dinkes Pamekasan Avira Sulistyowati.
Menurutnya, dari 1.127 suspek campak yang tersebar di 13 kecamatan tersebut, 209 di antaranya dinyatakan positif. Hingga Senin (3/11), ada 16 orang yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
”1.099 sembuh. Kasus tertinggi terjadi di Kecamatan, Proppo, Pamekasan, dan Tlanakan,” terangnya.
Dia mengeklaim, institusinya terus mengadakan surveilans berbasis masyarakat. Seluruh stakeholder terkait bergerak secara maksimal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat berkenaan dengan kasus campak.
”Sehingga, bisa dilakukan tindakan lebih cepat. Selain itu, kami terus melakukan imunisasi kejar campak,” tegasnya.
Halili selaku ketua Komisi IV DPRD Pamekasan mendorong dinas terkait untuk melakukan pencegahan dini. Salah satu cara yang disarankan, mengoptimalkan imunisasi. Sehingga, kasus campak bisa ditekan semaksimal mungkin.
”Harus ada langkah preventif dari dinkes untuk mencegah persebaran campak,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti