SURABAYA, RadarMadura.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim menggelar media gathering di Hotel Majapahit. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin (4/12) dan Selasa (5/12).
Seluruh Bawaslu kabupaten/kota di Jatim dan perwakilan media dari setiap daerah diundang dalam acara media gathering tersebut. Tujuannya, meningkatkan partisipatif di kalangan insan media. Sebab, tahapan pemilu tengah berlangsung.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Jatim Nur Elya Anggraini mengatakan, media dan Bawaslu harus bersinergi memberikan pengawasan atas terselenggaranya Pemilu 2024. Sebab, tidak sedikit laporan dan pelanggaran yang terjadi di bawah. Termasuk, mengenai netralitas ASN.
”Dari 49 laporan masyarakat di Jatim, 13 laporan diputus bersalah,” kata dia dalam sambutannya di depan komisioner Bawaslu dan awak media.
Dia menyatakan, keberadaan media sangat penting dalam mengawasi pelaksanaan pemilu. Sebab, pada dasarnya media dan Bawaslu memiliki napas sama. Terutama, dalam hal menyukseskan pesta demokrasi yang bersih dan jauh dari pelanggaran.
”Kami bisa seiring dan sejalan karena napasnya sama, yakni ingin melakukan pengawasan,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh insan media bergandeng tangan mengawasi jalannya pemilu di setiap daerah. Sebab, seluruh Bawaslu kabupaten/kota di Jatim siap berkomitmen dan terbuka setiap ada laporan yang masuk.
”Kami punya semangat yang sama. Temuan, laporan, dan pelanggaran pemilu pasti diproses. Kami siap terbuka,” tegasnya. (daf)
Editor : Dafir.