PAMEKASAN, RadarMadura.id – Seleksi karapan sapi tingkat kabupaten sukses digelar di tiga kabupaten. Yakni, Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Para juara tingkat kabupaten akan mewakili setiap daerah dalam Grand Final Karapan Sapi Piala Presiden 2023.
Saat ini masih ada satu kabupaten yang belum melakukan seleksi, yakni Bangkalan. Informasinya, karapan sapi tingkat kabupaten akan digelar Minggu (1/10).
Bangkalan merupakan kabupaten terakhir untuk melengkapi 24 pasang sapi yang akan bersaing di kasta tertinggi.
Menariknya, tim yang keluar sebagai pemenang golongan kalah pada Piala Presiden 2022 adalah Jet Matic milik H. Ahmad Hakiki, Ketapang, Sampang, tidak bisa mengamankan tiket. Sebab, mereka akan absen. Kecuali nanti membeli plang dari pemenang. Dua pasang sapi milik H. Ahmad Hakiki kalah di babak ke’-sake’an (semifinal) oleh Bintang Ngalle milik H. Hasan, Sampang, dan Bandar Nakal milik R. Aulia Rahman, Sampang.
Bandar Nakal aslinya gabungan dari dua tim, satu milik R. Aulia Rahman dan H. Mamang. Dalam karapan sapi dikenal dengan sebutan jan-lajjan atau ke’-tangke’. H. Mamang mengatakan, sapi atas nama Bandar Nakal bukan sapi pemenang pada Piala Presiden 2022. Melainkan, amunisi baru yang sengaja diikutkan seleksi. ”Itu sapi baru, duet dengan milik Aulia Rahman,” katanya.
Dia optimistis masih punya peluang untuk mempertahankan gelar tertinggi pada Grand Final Karapan Sapi Piala Presiden 2023. Namun di sisi lain, dia mengakui bukan perkara mudah. ”Sulit, tapi kami optimistis masih bisa mempertahankan gelar. Lihat saja nanti di lapangan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur IV Pamekasan Sufi Agustini menyatakan, jika tidak ada hambatan, piala presiden akan digelar Minggu (8/10). ”Insyaallah pekan depan kami menunggu hasil seleksi yang di Bangkalan dulu,” tuturnya.
Sebagaimana pelaksanaan karapan sapi 2022, atas kesepakatan para tokoh pengerap, bakorwil memilih Stadion RP. Moch. Noer Bangkalan sebagai venue. Sebab, stadion tersebut dinilai paling representatif, baik dari panjang lintasan maupun daya tampung penonton yang cukup luas.
”Pelaksanaannya tetap di Bangkalan. Ini sudah hasil rapat dengan tokoh karapan sapi se-Madura. Semoga saja lancar. Tujuan digelarnya karapan sapi ini semata-mata untuk melestarikan budaya Madura yang sudah masyhur hingga mancanegara,” tandasnya. (di/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia