Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Capai Produksi 500 Juta Barel Minyak

Administrator • Sabtu, 9 Oktober 2021 | 02:27 WIB
capai-produksi-500-juta-barel-minyak
capai-produksi-500-juta-barel-minyak


JAKARTA – Secara kumulatif, jumlah produksi dari Wilayah Kerja (WK) Cepu telah mencapai 500 juta barel minyak (MMBO) hingga awal Oktober 2021. Produksi yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Ltd. (EMCL) ini melebihi komitmen target plan of development (PoD) awal sebesar 450 MMBO.



Produksi kumulatif 500 juta barel minyak tersebut, WK Cepu mampu memberikan penerimaan negara sebesar empat kali lipat dibandingkan nilai investasinya. ”Sejak 2008, dengan total investasi sekitar Rp 57 triliun, WK Cepu telah memproduksi 500 juta barel minyak mentah dan berkontribusi lebih dari Rp 249 triliun bagi pendapatan negara dalam bentuk minyak mentah dan pajak,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Jakarta kemarin (7/10).



Berdasarkan kajian teknis, cadangan Lapangan Banyu Urip juga meningkat menjadi 940 MMBO. Meningkat lebih dari dua kali lipat dari PoD awal sebesar 450 MMBO. Peningkatan ini memberikan manfaat besar bagi penerimaan negara yang optimal serta multiplier effect bagi perekonomian lokal.



Dwi mengungkapkan, di awal PoD Banyu Urip, tingkat periode plateau diperkirakan berlangsung sekitar 2 tahun dengan tingkat produksi rata-rata tahunan sebesar 165.000 barel minyak per hari (BOPD). Sejak full facility dimulai pada Januari 2016, puncak produksi dapat dicapai selama lebih kurang 5 tahun di angka 185.000 hingga 225.000 BOPD. Termasuk tambahan 10.000 BOPD dari Lapangan Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, sejak Desember 2019.



”Banyu Urip berada di puncak produksi selama 5 tahun, lebih lama 3 tahun dari yang diantisipasi semula. Kini, lapangan tersebut mengalami penurunan reservoir secara alami karena karakter reservoir alami yang berlaku umum di seluruh dunia,” lanjut Dwi.



Pihaknya terus berupaya bersama EMCL untuk menjaga tingkat penurunan produksi yang terjadi. SKK Migas bersama EMCL berkoordinasi secara aktif untuk menjaga tingkat produksi WK Cepu. Hal ini dilakukan mengingat WK Cepu menjadi salah satu tulang punggung dalam upaya mencapai produksi nasional 1 juta BOPD pada 2030.



Fasilitas WK Cepu dibangun oleh 5 konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan-perusahaan Indonesia. Lebih dari 460 perusahaan nasional dan lokal juga turut berpartisipasi dalam mendukung pengembangan dan operasi di wilayah tersebut. Tidak hanya meningkatkan pengembangan kinerja organisasi, perusahaan-perusahaan ini juga mendapatkan manfaat berupa transfer pengetahuan dan teknologi.



SKK Migas-EMCL juga merealisasikan program pengembangan masyarakat lebih kurang Rp 327 miliar sejak pengembangan WK Cepu dimulai. Lebih dari 200.000 masyarakat Indonesia telah mendapatkan manfaat dari program ini melalui bidang kesehatan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi yang selaras dengan tujuan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Presiden ExxonMobil Indonesia Irtiza Sayyed mengatakan, keberhasilan pengelolaan WK Cepu ini merupakan hasil kemitraan antara Kementerian ESDM, SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited, dan para mitra. Yakni, PT Pertamina EP Cepu dan BKS PI Blok Cepu.



Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat sekitar atas dukungan berkelanjutan terhadap operasi WK Cepu. Pencapaian ini juga merupakan bukti dari kemampuan ExxonMobil dalam membuat desain proyek kelas dunia dengan operasi yang aman dan kredibel. ”Pengelolaan reservoir yang sangat baik serta manajemen operasi yang andal oleh tenaga kerja Indonesia berkelas dunia,” pungkasnya. (*/dry/luq)


Editor : Administrator
#skk migas