SURABAYA, Jawa Pos Radar Madura – Balai Bahasa Jawa Timur (Jatim) memilih empat karya sastra Madura untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Empat karya itu; Sokana, Lanceng Talpos, Oreng-Oreng Palang, dan Tora.
Sokana adalah antologi puisi karya Mat Toyu. Lanceng Talpos merupakan sekumpulan cerita pendek karya M. Shalihin Damiri. Kemudian, Oreng-Oreng Palang, antologi cerpen karya Lukman Hakim AG. Selain itu, Tora, Bunga Rampai Cerpen Madura.
Balai Bahasa Jatim memilih tiga orang untuk menerjemahkan karya sastra bahasa Madura itu. Mereka adalah Adrian Pawitra. Dia berasal dari Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Dia akan menerjemahkan puisi karya Mat Toyu.
Kemudian, Nurul Fadhilah. Dia beralamat di Kecamatan Ambunten, Sumenep. Dia akan menerjemahkan cerpen Lanceng Talpos. Lalu, Moh. Hafid Effendy. Dia akan menerjemahkan cerpen Oreng-Oreng Palang.
Dia adalah Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura yang beralamat di Kecamatan Kota Pamekasan. Sementara Tora akan diterjemahkan oleh penerjemah Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Dwi Laily Sukmawati.
Salah seorang penerjemah Moh. Hafid Effendy menerangkan, kontrak penerjemahan dimulai kemarin (22/6). Dengan begitu, para penerjemah sudah bisa mulai menerjemahkan karya-karya berbahasa Madura itu. ”Ada 15 penerjemah. Tiga orang dari Madura,” terangnya.
Dia mengatakan, tugasnya adalah menerjemahkan karya tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Sementara masa penerjemahan berlangsung kurang lebih dua bulan dan tahun 2021 sudah harus tuntas bersamaan dengan 17 karya lainnya dari Jawa dan Using.
Dwi Laily Sukmawati menerangkan, Balai Bahasa Jatim belum menemukan novel Madura. Dengan demikian, tidak ada novel yang bisa dipilih dan diseleksi untuk diterjemahkan.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Asrif menerangkan, penerjemahan karya sastra berbahasa daerah ini merupakan program nasional. Tujuannya, meningkatkan baca tulis masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia dalam bentuk karya sastra berbahasa daerah.
”Semoga program ini dapat meningkatkan kecintaan kita terhadap bahasa dan sastra daerah,” harap Asrif.
Penandatanganan kontrak penerjemahan buku Tora; Satengkes Carpan Madura dihadiri Feri Ferdiansyah mewakili Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Buku ini diterbitkan JPRM pada 2017. Buku Tora; Satengkes Carpan Madura memuat 63 cerpen berbahasa Madura karya 21 penulis. Sebelum diterbitkan menjadi buku, puluhan cerpen itu telah terbit di rubrik Sastra Budaya JPRM periode Juli 2015 hingga Desember 2016. (ky)
Editor : Abdul Basri