Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dua Kerabat Satpam Juga Positif

Abdul Basri • Jumat, 15 Mei 2020 | 18:38 WIB

SAMPANG – Zona hijau peta sebaran Covid-19 ”dibelah” petugas satuan pengamanan (satpam). Setelah itu, muncul tiga kasus baru kemarin (14/5). Dua di antaranya merupakan keluarga pasien pertama berinisial A. Dengan demikian, sudah ada empat kasus di Kota Bahari.


Selain Sampang, Pamekasan dan Sumenep juga bertambah satu kasus baru. Hingga kemarin (14/5), sudah ada 41 warga Madura terpapar korona. Dari 41 kasus itu, sepuluh di antaranya sembuh. Sedangkan tiga orang meninggal dunia.


Humas Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang Djuwardi mengungkapkan, penambahan tiga kasus itu merupakan klaster keluarga A. Pasien kedua berinsial M, 61, ayah A. Sementara R, 25, merupakan adik ipar A.


Sedangkan satu pasien dari Kecamatan Banyuates berinisial A, 21. Perempuan tersebut sebelumnya mengantar ibunya periksa ke seorang dokter di Bangkalan yang terkonfirmasi positif Covid-19. ”Namun, ibu yang dia antar malah negatif,” terang Djuwardi sebagaimana dilansir sampangkab.go.id.


Penambahan tiga pasien positif Covid-19 tersebut diketahui setelah hasil swab 12 orang keluar. Tiga orang positif akan dirawat di BLK. Selain penambahan kasus positif, di Sampang juga sudah ada tiga pasien dalam pengawasan (PDP). Satu orang berasal dari Kecamatan Camplong dan dua warga Kecamatan Kota.


”Kami harapkan untuk tenang dan waspada. Diimbau juga agar mengikuti protokoler Covid-19,” imbuh Djuwardi.


Kepala Pasar Rakyat Rongtengah Sudarman mengaku terkejut mendengar kabar rekan kerjanya terpapar korona. Sebab, dia pernah kontak langsung dengan satpam berinisial A. Hal itu terjadi sebelum pasien 01 tersebut reaktif dari hasil rapid test.


Sebelum sakit, pasien A baru selesai melangsungkan akad nikah. Setelah akad nikah, sempat masuk berjaga di pasar. ”Tapi hanya sehari,” katanya kemarin (14/5).


Pada saat masuk kerja, pasien 01 beraktivitas seperti biasa. Berkomunikasi dengan teman satpam lain, termasuk dengan Sudarman. Pada saat itu, pasien 01 mengeluh tidak enak badan.


Keesokan harinya, diperiksa di poli telinga hidung tenggorokan (THT). Kemudian, dirawat di RSUD Sampang. Setelah dites cepat, reaktif, Sudarman dan rekan kerja A diperiksa. Dari hasil tes cepat, tidak ada yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19. ”Waktu kerja biasa saja seperti orang tidak sakit,” jelasnya.


Plt Kepala Disperdagprin Sampang Abd. Hannan menegaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menanggulangi persebaran virus korona di pasar. Seperti menstrerilisasi Pasar Rongtengah dengan menyemprotkan cairan disinfektan. ”Makanya kami minta pengunjung agar tidak mengabaikan protokol kesehatan,” katanya.


Tim Gugus Tugas (Gugas) Covid-19 Sampang sudah mengambil dan mengirimkan uji swab pasien 01 Rabu (13/5). Kali ini tidak dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya karena sementara tidak menerima spesimen. Sesuai rekomendasi Pemprov Jawa Timur, swab dikirim ke RSUD dr Soetomo Surabaya.


”Akan tes swab lagi. Jika hasil negatif semua, berarti sudah aman,” ujar Tim Kesehatan Gugas Covid-19 Sampang Agus Mulyadi.


Hsil tes swab seorang PDP di Pamekasan yang meninggal Selasa (5/5) juga keluar kemarin (14/5). Pasien asal Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, tersebut positif Covid-19. Pasien inisial N tersebut dirawat Senin (4/5), lalu meninggal dunia keesokan harinya.


Perempuan 47 tahun tersebut memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Yakni, riwayat hipertensi dan riwayat diabetes. Karena berstatus PDP, maka proses pemandian dan penguburan jenazah waktu itu dilakukan sesuai protokol penanganan Covid-19.


Dengan begitu, ibu rumah tangga tersebut menambah daftar pasien positif di Pamekasan menjadi sebelas. Sekaligus menambah jumlah pasien yang meninggal menjadi dua orang. ”Daya tahan tubuh yang baik bisa menjadi pertahanan untuk melawan virus korona ini,” pesan Ketua Tim Penanganan Covid-19 Internal RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat memaparkan.


Sementara itu, lima pasien belum sembuh, kini muncul kasus baru di Sumenep. Pasien laki-laki ini merupakan karyawan BRI di Surabaya. Beberapa waktu lalu warga Kecamatan Kota Sumenep itu melakukan rapid test di Surabaya. Setelah hasil tes itu menyatakan reaktif, pria berinisial P itu pulang dan melakukan isolasi mandiri.


Lalu, mendatangi RUSD dr H Moh. Anwar Sumenep untuk melakukan pemeriksaan swab. Hasil pemeriksaan swab menunjukkan positif Covid-19. ”Tempat kerja pasien ini memang di Surabaya,” jelas Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono.


Saat ini, pasien 32 tahun itu berada di RSUD Sumenep. Tracing kepada keluarga dan orang berkontak erat dilakukan oleh tim. Semua yang terdata sudah di-rapid test. Semua nonreaktif. ”Karena terkonfirmasi, pasien langsung dirujuk ke rumah sakit,” tuturnya. (bil/ky/jun)

Editor : Abdul Basri
#sampang #covid-19