Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Protes Dugaan Pungli Saat PKKMB, Mahasiswa Baru Diduga Diculik dan Dianiaya

Hendriyanto • 2025-08-14 01:35:13

MEGAH: Pintu gerbang Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang ada di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Rabu (13/8/).
MEGAH: Pintu gerbang Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang ada di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Rabu (13/8/).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Mahasiswa baru (Maba) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), MM (18), asal Kabupaten Sumenep, diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh seniornya.

Kejadian ini dipicu saat MM memprotes dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum liaison officer (LO) saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Selasa (5/8/2025).

Paman korban, M. Sultan Fuadi, mengaku bahwa penculikan dan penganiayaan terjadi keesokan harinya, Rabu (6/8/2025) sore. Tepatnya usai mengikuti kegiatan PKKMB, ketika MM hendak pulang ke rumah indekosnya di belakang Kantor Bank BTN Kamal atau Perumahan Graha Trunojoyo, Telang, Kamal, Kabupaten Bangkalan.

"Jadi saat kegiatan PKKMB itu, keponakan saya sempat cekcok dengan seniornya sekaligus salah satu panitia berinisial MF," terangnya, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga: Mobile JKN, Solusi Cepat dan Efisien Urus Administrasi Peserta JKN

Menurutnya, MM dianggap merusak acara PKKMB yang telah dirancang panitia.

Dalam acara itu, MM dan mahasiswa lainnya memprotes oknum LO yang diduga melakukan pungli.

"Aksi protes itu dilakukan karena maba ingin meminta penjelasan kenapa iuran (perlengkapan) terlalu besar. Ternyata banyak juga maba yang dipungut biaya oleh oknum panitia itu, sehingga aspirasi itu disampaikan dalam kegiatan," ungkapnya.

Hal itu memicu kemarahan panitia dan mengakibatkan ketegangan dengan maba.

Bahkan, salah satu panitia mengalami cedera hingga harus dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Baca Juga: UTM Dorong Pemanfaatan Mangrove untuk Pakan dan Pupuk Lewat Program Blue Economy

Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu penganiayaan yang dialami MM, buntut dari aksi dorongan terhadap panitia hingga terjatuh dari atas panggung pada Selasa (5/8/2025).

Kejadian bermula ketika MM diminta membuat surat pernyataan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (Presma UTM). Namun, alih-alih sekadar pembinaan, korban kemudian dipanggil ke sebuah kamar dan menjadi sasaran kekerasan fisik, yang di dalamnya juga terdapat MF selaku Presma UTM.

MM dianiaya oleh orang tak dikenal hingga mengalami luka di bagian wajah, lebam di mata kanan, serta kepala bocor hingga dijahit.

"Mirisnya lagi, di lokasi saat keponakan saya dianiaya, MF ada di sana dan tidak berusaha melerai," imbuhnya.

Selain mengalami kekerasan fisik, MM juga diintimidasi oleh MF. Korban diancam tidak akan aman selama kuliah di UTM.

Baca Juga: BRI Dukung Pertumbuhan Industri Kecantikan dan Fashion Lewat BFF Festival 2025

Akibat kejadian itu, Sultan dan MM melaporkan kasus ini ke Polres Bangkalan pada Kamis (7/8/2025).

Laporan tersebut tercatat dalam surat tanda terima laporan nomor STTLP/8/150/VB/2025/SPKT/Polres Bangkalan/Polda Jawa Timur.

Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) III UTM, Surokim, mengatakan pihaknya telah menyelidiki kasus ini.

"Sejauh ini dugaan penganiayaan itu tidak dilakukan oleh senior atau mahasiswa UTM," tegasnya.

Dia menyatakan segera mengusut kasus ini dan tidak menoleransi siapa pun yang melakukan aksi kekerasan.

Baca Juga: AHY Sebut UTM Konsisten Cetak Generasi Unggul, Tangguh, dan Mandiri

"Kami punya satgas dan akan menyelidikinya, karena kampus UTM berkomitmen tidak mentolerir berbagai tindak kekerasan terutama oleh warga kampus," paparnya.

Surokim enggan berkomentar lebih lanjut saat ditanya mengenai keberadaan MF di lokasi penganiayaan dan peran MF dalam mengintimidasi MM.

"Silakan tanya langsung pada yang bersangkutan," ujarnya.

Terpisah, MF mengaku tidak melihat kejadian itu ketika ditanya oleh RadarMadura.id apakah dia berada di lokasi kejadian. "Saya tidak melihat," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, membenarkan adanya laporan tersebut.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," pungkasnya. (c1/dry)

Editor : Hendriyanto
#bangkalan #utm #mahasiswa #universitas trunojoyo madura #penculikan #Polres