BANGKALAN, RadarMadura.id – Kondisi SDN Pakaan Laok 1, Kecamatan Galis, cukup memprihatinkan.
Empat ruang kelas di sekolah tersebut rusak berat dan tidak lagi bisa digunakan.
Akibatnya, siswa terpaksa belajar berdesakan dengan memanfaatkan tiga ruangan yang tersisa.
Kondisi itu telah berlangsung bertahun-tahun.
Sekolah juga belum mendapatkan program perbaikan untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar tersebut.
Baca Juga: Investor Jadi Solusi Atasi Pengangguran, CEO Wiraraja Group Ajak Semua Elemen Mendukung
Imam Sayfii, salah seorang guru di sekolah tersebut mengatakan, sejak dirinya mengajar pada 2018, satu ruang kelas di sisi selatan sudah tidak ditempati karena kondisinya rusak berat.
Saat itu, hanya tiga ruang kelas yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
”Satu ruang kelas bagian selatan sudah tidak ditempati karena kayu penyangga atap sudah banyak yang rusak,” jelasnya.
Beberapa bulan kemudian, tiga ruang kelas lainnya ikut mengalami kerusakan.
Bagian atap ambruk, sehingga pihak sekolah memutuskan tidak lagi menggunakan ruangan tersebut karena khawatir membahayakan siswa dan guru.
Proses pembelajaran kemudian dipusatkan di ruang kelas bagian utara.
”Empat ruang kelas itu sudah tidak bisa ditempati karena kondisinya rusak berat,” jelasnya.
Saat ini, sekolah memanfaatkan ruangan yang masih tersedia dengan cara disekat.
Dua ruangan dibagi menjadi empat ruang kelas untuk siswa kelas I hingga kelas IV.
Baca Juga: Puluhan Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan Madura Dibekali Keterampilan PEKA
Sementara satu ruangan lainnya harus dibagi untuk kelas V dan VI sekaligus sejumlah fasilitas sekolah.
Di antaranya ruang tamu, ruang guru, ruang operator, ruang kepala sekolah, dapur, dan koperasi.
”Saat ini hanya ada tiga ruangan yang kami tempati, dan itu disekat untuk keberlangsungan proses pembelajaran,” paparnya.
Pihak sekolah sebenarnya telah mengusulkan program revitalisasi tahap II kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bangkalan.
Namun, hingga kini belum ada survei ke sekolah.
Pihak sekolah juga belum mengetahui secara pasti apakah usulan tersebut disetujui atau tidak.
”Program revitalisasi sudah kami ajukan ke Dispendik Bangkalan,” katanya.
Keterbatasan sarana dan prasarana tersebut berdampak terhadap proses pembelajaran.
Dengan kondisi ruang kelas yang terbatas, kegiatan belajar mengajar dinilai tidak bisa berlangsung secara maksimal.
Baca Juga: Babak Belur Diamuk Warga, Maling Kabel Dilarikan ke Puskesmas
Kondisi itu juga berpengaruh terhadap jumlah siswa yang mendaftar.
”Para orang tua tentu ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang layak, ini tentu sangat berdampak bagi kami,” paparnya.
Sayang, pihak Dispendik Bangkalan belum bisa dimintai keterangan.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto tidak merespons. (za/han)
Editor : Hera Marylia