BANGKALAN, RadarMadura.id – Pengalaman bekerja di kapal pesiar Amerika Serikat menjadi bekal Ari Ansori dalam mengembangkan lembaga pendidikan di Bangkalan. Ari merintis Philadelphia English Course pada 2011. Dua tahun kemudian, dia meninggalkan lembaga tersebut untuk bekerja di Norwegian Cruise Lines, Amerika Serikat, hingga 2017.
Selama bekerja di kapal pesiar, Ari memperoleh pengalaman mengenai dunia kerja internasional. Pengalaman itu kemudian dibawa pulang untuk mengembangkan lembaga kursus yang telah dirintisnya.
Pada 2017, Philadelphia kembali dibuka dengan nama Philadelphia Course English and Floating Hotel Bangkalan. Program pembelajarannya pun diperluas. Tidak hanya bahasa Inggris, peserta juga dibekali keterampilan di bidang hospitality.
Setahun berselang, lembaga tersebut mengantongi izin operasional. Peserta kemudian diarahkan menjalani pendidikan selama enam bulan sebelum mengikuti training di hotel.Kurikulum yang diterapkan mengacu pada standar nasional dan BNSP, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan lembaga. Para lulusan diarahkan untuk bekerja di hotel maupun kapal pesiar.
Saat ini, Philadelphia Course English and Floating Hotel memiliki tujuh guru serta tiga staf yang menangani bidang humas dan IT. Sebanyak 107 siswa tercatat aktif mengikuti pembelajaran. Program yang tersedia mulai basic, conversation, hingga intermediate.
Ari tetap terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Selain sebagai founder, dia juga menjadi pengasuh sekaligus pengajar. Latar belakangnya memang tidak jauh dari dunia pendidikan. Ari pernah mengajar di SMKS Alhikam dan SMKN 3 Bangkalan. Dia juga pernah menjadi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.
Menurut Ari, pendidikan tidak sekadar memberikan pengetahuan. Peserta didik juga harus memiliki kedisiplinan, mental yang kuat, serta kemampuan soft skill dan hard skill. "Mencerdaskan anak bangsa untuk kemajuan peradaban bangsa," ujarnya.
Dia berharap Philadelphia Course English and Floating Hotel mampu mencetak generasi yang dapat bersaing. Baik di tingkat nasional maupun internasional.
Biasakan Siswa Berbahasa Inggris, Terapkan Konsep English Area
Belajar bahasa Inggris tidak cukup hanya dengan menghafalkan kosakata. Peserta perlu dibiasakan menggunakan bahasa tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Konsep itu diterapkan Philadelphia Course English and Floating Hotel Bangkalan melalui English area. Peserta didorong berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris selama berada di lingkungan lembaga.
Bahkan, ketika membeli kebutuhan di koperasi, mereka dibiasakan menggunakan bahasa Inggris. Tujuannya, agar peserta lebih percaya diri dan terbiasa berbicara menggunakan bahasa asing tersebut.
Rutinitas belajar dimulai selepas Subuh dengan hafalan dan reading. Pembelajaran utama berlangsung sekitar pukul 09.00. Setelah Asar, materi kembali dipraktikkan melalui English fun yang dikemas dalam berbagai permainan.
Pada malam hari, peserta kembali diminta tampil di depan untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris. Materi yang diberikan meliputi pronunciation, speaking, reading, dan writing. Kemampuan berbicara menjadi salah satu fokus utama pembelajaran.
Pembelajaran juga dikembangkan melalui berbagai kegiatan di luar kelas. Setiap Jumat malam, peserta menampilkan drama berbahasa Inggris. Mereka juga dilatih membuat film pendek.
Kegiatan olahraga, seperti voli dan pencak silat, turut diberikan untuk membangun kedisiplinan dan kerja sama. Peserta yang tinggal di pondok juga dilatih mandiri, termasuk memasak sendiri.
Setelah enam bulan menjalani pendidikan, peserta mengikuti training di hotel. Salah satu lokasi praktik yang biasa digunakan adalah JW Marriott Surabaya.
Menurut Ari, pola pembelajaran tersebut dirancang agar peserta tidak hanya menguasai bahasa Inggris. Namun, mereka juga memiliki mental, kemandirian, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
"Praktik dilakukan hampir setiap hari agar anak tidak cepat lupa terhadap materi yang telah dipelajari," katanya. (ina/han)
Editor : Amin Bashiri