BANGKALAN, RadarMadura.id – Puluhan SD di Kabupaten Bangkalan mendapat program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Anggaran yang diterima berbeda-beda, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, puluhan SD penerima program revitalisasi tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan.
Paling banyak berada di Kecamatan Tanah Merah dengan jumlah 10 lembaga (lihat grafis).
Baca Juga: Dua Ahli Waris Penuhi Panggilan Polisi, Sampaikan Kesaksian Dumas Lahan TK ABA IV Pamekasan
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Ali Yusri Purwanto menyatakan, pelaksanaan proyek revitalisasi yang bersumber dari APBN tersebut tengah berlangsung. Pengerjaannya bersifat swakelola.
Dengan demikian, pihak sekolah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.
Yaitu, dengan membentuk panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP). Kepanitiaan tersebut terdiri dari berbagai unsur.
"Kepala sekolah berkolaborasi dengan komite, masyarakat, dan kepala desa setempat," ujarnya.
Yusri mengakui sebagian besar program revitalisasi prasarana pendidikan yang didapatkan sekolah di bawah naungan lembaganya berupa rehabilitasi ruang kelas.
Baca Juga: Pegawai Honorer Polisikan Pengusaha Seblak, Merasa Ditipu Pasca Investasi Modal Usaha
Sehingga, berdampak pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta sekolah untuk me-manage agar pelaksanaan pembangunan tak mengganggu terhadap pelaksanaan KBM di setiap sekolah penerima bantuan.
Salah satunya dengan menumpang pelaksanaan KBM di yayasan atau sekolah madrasah.
"Sedangkan bagi sekolah yang rusak karena bencana mendapat bantuan tenda (untuk pelaksanaan KBM) dari kementerian," imbuhnya.
Yusri menambahkan, besaran anggaran revitalisasi yang diterima oleh masing-masing SD berbeda-beda.
Yakni, disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan rehabilitasi di masing-masing sekolah.
"Ada (yang dapat anggaran) Rp 3 miliar, Rp 1 miliar, bahkan ada juga yang cuma Rp 200 juta," sambungnya.
Baca Juga: Korban Pencabulan Oknum Ustad Bejat Bertambah, Psikologis Korban Terganggu
Sementara pelaksanaan kegiatan revitalisasi diawasi oleh konsultan pengawas yang dipilih dinas pendidikan.
Tujuannya, untuk memastikan revitalisasi yang digelar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Kepala SDN Martajasah Bangkalan Sholeh mengakui lembaganya salah satu dari puluhan sekolah yang mendapat program revitalisasi dari pemerintah pusat.
Saat ini pelaksanaan revitalisasi tengah berlangsung.
Pihaknya mengeklaim pelaksanaan revitalisasi di sekolahnya tak berpengaruh terhadap KBM.
Sebab, siswanya diungsikan ke madrasah diniyah untuk melaksanakan KBM.
"Jadi paginya dipakai KBM sekolah, siangnya dipakai untuk madrasah," katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia