BANGKALAN, RadarMadura.id – Prestasi membanggakan mampu ditorehkan Calista Vida Ramadhani. Siswi kelas VIII-A SMPN 1 Bangkalan itu berhasil menjadi juara pertama lomba menulis resensi buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bangkalan.
Buku Negeri Lintasan Petir menjadi pilihan Calista dalam kompetisi itu. Novel tersebut menarik perhatiannya karena tidak hanya menyajikan cerita kehidupan tokoh.
Namun, juga menyelipkan pemikiran mengenai manusia, masyarakat, pendidikan, dan alam.
Beragam persoalan itu membuat Calista memiliki banyak hal untuk dikaji dan dituangkan dalam tulisan.
Baca Juga: Resensi Antologi Cerpen Lempung dan Mesin Tubuh yang Hilang, Menyulam Dunia di Tanah (yang) Liat
Menurut Calista, buku itu memadukan unsur sosial, ekologis, filosofis, dan kehidupan pribadi dalam satu cerita.
Tokoh-tokoh yang dihadirkan pun memiliki latar belakang beragam.
Mulai seniman, dokter puskesmas, pramugari, hingga sarjana sastra yang bekerja sebagai tukang pos.
Tokoh utama dalam novel tersebut adalah Indra, seorang seniman yang meninggalkan kehidupan di kota dan memilih menetap di daerah transmigrasi.
Dari perjalanan tokoh itulah Calista menangkap pesan bahwa gelar akademik tidak otomatis membuat seseorang lebih unggul dibanding orang lain.
”Ilmu pengetahuan modern harus melebur dengan kearifan lokal agar bisa menyelesaikan masalah nyata di masyarakat,” tutur Calista kemarin (4/9).
Selain persoalan sosial, buku tersebut juga mengangkat isu eksploitasi alam dan dampak pembangunan yang kurang ramah lingkungan.
Menurut Calista, novel itu menggambarkan bagaimana interaksi manusia modern dengan alam dapat memicu bencana sehingga menimbulkan ketimpangan ekosistem.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan dia tertarik mengangkat buku tersebut dalam lomba. Menariknya, persiapan Calista terbilang singkat.
Dia hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari sejak membaca buku hingga menyelesaikan tulisan resensinya.
Meski demikian, proses tersebut tidak dilakukan secara asal. Calista berusaha memahami isi cerita, menangkap pesan yang disampaikan penulis, kemudian menuangkannya dalam bentuk resensi.
Kegemarannya membaca dan menulis memang telah menjadi bagian dari kesehariannya. Selain itu, Calista juga memiliki hobi bermain basket.
Bahkan, dia pernah meraih juara kedua Basket Putri O2PB 2026. Kombinasi minat akademik, literasi, dan olahraga membuat aktivitasnya cukup beragam.
Prestasi Calista pun terbilang panjang. Sejak TK, dia telah meraih juara dalam lomba mewarnai dan paramandi tingkat kabupaten hingga provinsi.
Saat SD, dia meraih juara tiga OSN IPA, juara pertama cerdas cermat tingkat kabupaten, siswa berprestasi, dan lomba mata pelajaran IPA.
Memasuki SMP, prestasinya semakin banyak. Selain juara pertama lomba resensi buku, dia meraih juara kedua Duta Literasi SMPN 1 Bangkalan dan juara kedua FLS3N mendongeng tingkat kabupaten.
Dia juga menjadi juara pertama lomba Pildacil dan serta mengoleksi sejumlah medali olimpiade sains tingkat nasional dan provinsi.
Calista mengatakan, keberhasilannya menjadi juara pertama lomba resensi buku membuatnya senang dan bangga.
Lebih dari sekadar mendapatkan penghargaan, capaian tersebut semakin mendorongnya untuk memperbanyak membaca dan terus mengembangkan kemampuan menulis.
”Saya sangat senang, bangga, dan semakin termotivasi untuk terus membaca dan berprestasi di masa depan,” ujarnya.
Di luar berbagai prestasi tersebut, Calista menyimpan cita-cita yang tak kalah besar. Dia ingin menjadi dokter.
Baginya, kegemaran membaca, menulis, belajar, dan mengikuti berbagai kompetisi menjadi bagian dari perjalanan untuk terus mengembangkan diri dan mewujudkan cita-cita tersebut. (ina/jup)
Editor : Hera Marylia