Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kanon Sastra Digital, Apakah yang Viral yang Berkualitas?

A
Penulis: Amin Basiri❯
Ina Herdiyana, Editor, mahasiswa S-2 PBI Universitas Negeri Surabaya
Ina Herdiyana, Editor, mahasiswa S-2 PBI Universitas Negeri Surabaya

Advertisement

 

Oleh INA HERDIYANA*

LAHIRNYA karya sastra dari masa ke masa tidak terlepas dari perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Advertisement

Namun, di tengah perubahan medium dan cara penyebarannya, esensi sastra tetap berpijak pada nilai-nilai humanis dan refleksi kehidupan. 

Roland Barthes dalam esainya, The Death of The Author atau Kematian Pengarang, menyatakan bahwa untuk memberikan masa depan bagi tulisan, mitos tentang pengarang harus digulingkan: kelahiran pembaca hanya dapat terjadi melalui ”kematian” penulis.

Gagasan Barthes tersebut sangat relevan dalam membaca perkembangan sastra digital. Kini pembacaan karya sastra tidak hanya bertumpu pada buku, koran, atau majalah.

Advertisement

Puisi, cerpen, maupun novel dapat dijumpai di berbagai platform digital seperti Blog, X, Goodreads, Wattpad, Facebook, YouTube, Instagram, dan TikTok. 

Bentuknya pun kian beragam, mulai hypertext, podcast, film pendek, hingga karya lintas disiplin yang memadukan sastra dengan seni visual dan teknologi. 

Jadi, setiap pembaca berhak memberikan ulasan atau kritik yang membangun terhadap karya sasrta yang diunggah di media sosial.

Jika ditinjau dari sejarah perkembangannya, sastra digital di Indonesia mulai tumbuh pada akhir 1990-an hingga pertengahan 2000-an melalui kehadiran mailing list (milis) puisi@egroups.com.

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Paradoks Indonesia Digital: Kaya Informasi, Miskin Literasi

Paradoks Indonesia Digital: Kaya Informasi, Miskin Literasi

Jika dahulu persoalan utama adalah keterbatasan akses terhadap informasi, kini tantangannya justru terletak pada kelimpahan informasi itu sendiri.

Pengawasan Ruang Digital Harus Diperketat,  Bupati Ajak Orang Tua Awasi Aktivitas Anak

Pengawasan Ruang Digital Harus Diperketat, Bupati Ajak Orang Tua Awasi Aktivitas Anak

Pemkab Pamekasan mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di ruang digital.

Bank Jatim Sumenep Genjot Aktivasi New JConnect Mobile,  Bupati Fauzi Dukung Layanan Keuangan Berbasis Digital

Bank Jatim Sumenep Genjot Aktivasi New JConnect Mobile, Bupati Fauzi Dukung Layanan Keuangan Berbasis Digital

Penggunaan layanan keuangan berbasis digital dapat membantu meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer