Kampus Harus Menjadi Garda Terdepan, Dalam Memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:48 WIB
SUCI: Prosesi pengibaran bendera Merah Putih di Universitas Trunodjoyo Madura. (UTM UNTUK JPRM)
SUCI: Prosesi pengibaran bendera Merah Putih di Universitas Trunodjoyo Madura. (UTM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id — Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. 

Kampus memiliki tugas memastikan negara berhasil menghadirkan kesejahteraan, membangun kemandirian, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) Prof. Dr. Safi’ di hadapan ratusan sivitas akademika.

Baca Juga: Earbuds Transparan Nothing Ear (3a) Punya Cara Unik Menyimpan Percakapan, Bisa Rekam Meeting hingga Dua Jam dan Sinkron ke Aplikasi Nothing X

Sebab, Safi’ dipercaya membacakan teks amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kita sebagai penerus pejuang bangsa patut bersyukur atas perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Atas kegigihan dan semangat juang mereka, Indonesia akhirnya merdeka," ujar Safi'.

BERDAULAT: Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (UTM UNTUK JPRM)
BERDAULAT: Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (UTM UNTUK JPRM)

Menurutnya, kampus memiliki kewajiban untuk mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan yang dapat memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perguruan tinggi juga harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan talenta unggul, menciptakan teknologi maju yang dapat menggerakkan, serta memajukan Indonesia.

"Saya berharap proses pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi katalisator dalam memajukan negara Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Seberapa Jago Kamera Huawei Pura 90s Pro Max? Hasil Jepretan di Kondisi Berbeda Ungkap Kemampuan Fotografi yang Patut Diperhitungkan

Dia memaparkan, sejarah menunjukkan bahwa negara maju selalu ditopang oleh penguasaan sains, teknologi, dan industri.

Oleh karena itu, kebangkitan industri di Indonesia harus dimulai dan diperkuat dari perguruan tinggi.

"Negara Indonesia tidak boleh menjadi pasar bagi produk dan teknologi bangsa lain, dan tidak boleh selamanya bergantung pada teknologi bangsa lain. Sesuai amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kampus harus berperan dalam mengisi dan melanjutkan kemerdekaan," paparnya.

Dijelaskan, sinergitas lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa ke depan.

BERJASA: Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ memberikan piagam tanda jasa dan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada Moehamad Faruk. (UTM UNTUK JPRM)
BERJASA: Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ memberikan piagam tanda jasa dan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada Moehamad Faruk. (UTM UNTUK JPRM)

"Perguruan tinggi tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus memperkuat kolaborasi strategis dengan pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), pemerintah daerah, lembaga riset, serta elemen masyarakat," imbuh Safi’.

Orang nomor satu di lingkungan UTM tersebut menilai, kompleksitas persoalan hari ini membutuhkan kehadiran para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk melebur dalam kerja sama nyata.

Baca Juga: Canon G7X Mark III Kembali Mencuri Perhatian pada 2026, Kini Hadir dalam Warna Graphite Limited Edition yang Bikin Kamera Vlog Ini Makin Istimewa

Melalui sinergi antara kampus dan pemerintah tersebut, diyakini mampu menjadi motor penggerak untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

"Kampus memiliki tugas untuk terus melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan menguasai ilmu pengetahuan," tandasnya.

Usai melaksanakan upacara peringatan HUT RI, Prof. Dr. Safi’ memberikan penghargaan kepada dosen dan sejumlah tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan kampus UTM, berupa piagam tanda jasa dan tanda kehormatan Republik Indonesia.

ANUGERAH KEHUMASAN: Prof. Dr. Safi’ menyerahkan anugerah kategori pengelola media sosial terbaik. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
ANUGERAH KEHUMASAN: Prof. Dr. Safi’ menyerahkan anugerah kategori pengelola media sosial terbaik. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

Mantan Dekan Fakultas Hukum (FH) UTM itu juga memberikan penghargaan kategori kerja sama internasional terbaik kepada Prof. Wahyudi Agustiono.

Sementara kerja sama pemerintahan/lembaga swadaya masyarakat terbaik diberikan kepada Abdus Salam Junaedi, dan anugerah kategori pengelola media sosial terbaik berhasil diraih oleh Sayyidah Intan Latifah. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
utm garda terdepan perguruan tinggi nkri peran strategis