Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Program Kesehatan Anak Berbasis Rempah Madura Berbantuan Aplikasi Smart Integration di TK Sembilangan Bangkalan

Ina Herdiyana • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:16 WIB
GUYUB: Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di TK Roudhatul Anwar Sembilangan mulai dari sosialisasi smart integrasi, penanaman rempah-rempah, dan pembiasaan hidup bersih sehat di lingkungan sekolah-keluarga. DIAS PUTRI YUNIAR UNTUK RADARMADURA.ID
GUYUB: Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di TK Roudhatul Anwar Sembilangan mulai dari sosialisasi smart integrasi, penanaman rempah-rempah, dan pembiasaan hidup bersih sehat di lingkungan sekolah-keluarga. DIAS PUTRI YUNIAR UNTUK RADARMADURA.ID

BANGKALAN, Jawa Pos Radar MaduraKeterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, TK PGRI Raudhatul Anwar Sembilangan, Kabupaten Bangkalan, bersama tim pengabdian Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menggabungkan pemanfaatan teknologi digital, edukasi kesehatan, serta pengenalan rempah-rempah lokal sebagai upaya membangun budaya hidup sehat bagi anak sejak dini. 
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian BIMA Kemdiktisaintek yang dilaksanakan oleh tim pengabdian PGPAUD UTM yang diketuai oleh Dias Putri Yuniar, M.Pd., dengan anggota Tarich Yuandana, M.Pd., dan Umu Da'watul Choiro, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Nadiya Alfita Syahrotin dan Fiddini Nurul Aini.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Smart Integration, sebuah platform berbasis website yang dirancang untuk memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua. Kegiatan yang diikuti oleh wali murid dan guru ini bertujuan mengenalkan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

Baca Juga: UTM Kenalkan Sosok Pangeran Trunodjoyo kepada Maba

Melalui Smart Integration, orang tua dapat mengakses informasi sekolah, melihat pengumuman, memantau kehadiran anak, berinteraksi dengan guru, hingga memanfaatkan berbagai media edukatif yang tersedia. Kehadiran platform ini diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang lebih terstruktur dibandingkan penggunaan grup pesan singkat seperti WAG yang selama ini digunakan.
Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi yang cepat dan mudah antara sekolah dan keluarga. Melalui Smart Integration, orang tua tidak hanya menerima informasi dari sekolah, tetapi juga dapat terlibat secara aktif dalam memantau berbagai kegiatan anak. kehadiran media digital ini diharapkan mampu memperkuat kemitraan sekolah dan keluarga sehingga proses pendidikan dan pengasuhan dapat berjalan lebih selaras.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi pendampingan berlangsung. Para orang tua aktif mencoba berbagai fitur yang tersedia serta berdiskusi mengenai pemanfaatan teknologi dalam mendukung pendidikan dan kesehatan anak. Kehadiran Smart Integration menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih efektif antara sekolah dan keluarga. 
Kolaborasi tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan bertema kesehatan anak berbasis rempah Madura yang melibatkan wali murid, guru, anak-anak, serta tim pengabdian dalam berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan.

Baca Juga: Dua Pelukis Cilik Wakili Bangkalan dalam Pameran Lukis Anak di Galeri Perpusnas Jakarta, Darah Seni Mengalir dari sang Kakek

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang menggunakan gerakan kreasi dengan lagu khas Madura yang di ikuti oleh anak, orang tua, guru, dan tim pengabdian. Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi ketika seluruh peserta bergerak bersama mengikuti gerakan senam. Selain mendorong aktivitas fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan anak dalam suasana yang menyenangkan.
Setelah senam, peserta mengikuti kegiatan penanaman rempah khas Madura yang menjadi salah satu agenda utama. Anak-anak menanam berbagai jenis tanaman rempah dengan pendampingan orang tua dan arahan guru. Beberapa tanaman yang ditanam antara lain serai, jahe, kayu putih, kunyit, daun salam, daun jeruk, lengkuas, kemangi, temu kunci, kencur, pandan, dan kelor.
Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan anak pada berbagai jenis tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui interaksi dengan lingkungan. Kebun rempah yang dibangun di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sekaligus sarana edukasi kesehatan bagi anak usia dini.
Pemilihan rempah sebagai media edukasi kesehatan tidak terlepas dari kedekatannya dengan kehidupan masyarakat Madura yang terkenal akan Jamu Madura. Tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan kelor telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan maupun minuman tradisional keluarga. Melalui kegiatan penanaman, anak-anak diperkenalkan pada berbagai tanaman tersebut secara sederhana sehingga mereka dapat mengenal manfaatnya sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan melalui pengalaman belajar yang bersifat langsung dan menyenangkan.
Salah satu wali murid mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut. Kegiatan hari ini sangat seru, apalagi saat kegiatan menanam dan senam. Anak-anak bisa berkolaborasi dengan orang tua, ujarnya.

Baca Juga: Ziyadussadat Alfirdaus, Siswa SD Muhammadiyah 1 Bangkalan Peraih Medali Emas MEA 2026, Meski Pendiam, tapi Tekun Belajar

Selain penanaman rempah, kegiatan juga dimeriahkan dengan pameran makanan dan minuman sehat berbahan dasar rempah khas Madura. Sebelum kegiatan berlangsung, para wali murid dibagi menjadi tiga kelompok dan bersama-sama menentukan menu yang akan disiapkan untuk pameran. Kegiatan ini menjadi wadah bagi orang tua untuk bekerja sama sekaligus berbagi ide dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang sehat dan menarik. Berbagai olahan makanan dan minuman sehat dalam kegiatan tersebut, di antaranya wedang pokak, Es kunyit madu, Serai lemon, bubur kacang hijau pandan,  Kolak ubi nangka jahe, Gethuk pandan, bubur sum-sum pandan, Sayur kelor kunci, Pepes ikan pindang berempah, bakwan jagung daun jeruk, Ikan Mayong kuah kuning, hingga nugget Tongkol.
Melalui pameran ini, para peserta dapat saling berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan rempah dan bahan pangan lokal dalam menu keluarga sehari-hari. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi orang tua untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah makanan berbahan lokal yang sehat, bervariasi dan bernilai gizi.
Pameran makanan dan minuman sehat tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan hasil olahan masing-masing kelompok, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi para orang tua. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat bertukar pengalaman mengenai cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang menarik dan disukai anak. berbagai olahan yang ditampilkan menunjukkan bahwa rempah-rempah dan bahan pangan lokal dapat dimanfaatkan menjadi alternatif menu sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari keluarga.
Wali murid lainnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan. Kegiatan pameran makanan sehat hari ini berjalan lancar. Saya bisa mencoba berbagai olahan makanan lokal Madura. Semoga tahun depan diadakan acara seperti ini lagi, tuturnya.
Guru TK PGRI Raudhatul Anwar Sembilangan juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. Kegiatan hari ini alhamdulillah berjalan lancar karena anak-anak, wali murid, semuanya happy, mulai dari senam, menanam, dan pameran olahan makanan dan minuman lokal Madura. Semoga tetap terjalin kerja sama dan kekompakan antara guru dan wali murid, ungkapnya.

Baca Juga: UTM Gelar PKKMB 6 Hari, Langkah Kecil Akan Menghasilkan Pencapaian Besar di Masa Depan

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara sekolah dan orang tua tidak hanya terbangun melalui komunikasi digital, tetapi juga diwujudkan dalam aktivitas nyata yang melibatkan anak secara langsung. Dari layar digital hingga kebun rempah, berbagai kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa pendidikan dan kesehatan anak dapat tumbuh lebih optimal ketika sekolah dan keluarga berjalan bersama. 
Keterlibatan aktif orang tua dalam setiap rangkaian kegiatan menjadi bukti bahwa kemitraan yang kuat antara sekolah dan keluarga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus mendukung terbentuknya budaya hidup sehat sejak usia dini. (*)

 

Editor : Ina Herdiyana
pengabdian kepada masyarakat PGPAUD pengenalan rempah-rempah TK Roudhatul Anwar utm