BANGKALAN, RadarMadura.id – Kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Konang 4, Kecamatan Konang, kembali dilaksanakan setelah gedung sekolahnya ambruk, Kamis (30/7).
Namun, pembelajaran tak lagi dilaksanakan di sekolah asal.
Tetapi, menumpang di salah satu madrasah diniyah (madin) yang tak jauh dari SDN Konang 4.
Relokasi tempat pembelajaran tersebut berlangsung mulai Senin (3/8).
Guru agama SDN Konang 4 Abdul Azis menyatakan, pemindahan tempat KBM karena madrasah itu dinilai telah memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang proses pembelajaran.
Kendati demikian, guru dan siswa harus beradaptasi dengan suasana belajar di tempat yang baru.
Apalagi, satu ruangan digunakan untuk dua kelas.
”Sedikit terganggu karena satu ruangan digunakan dua guru secara bergantian. Saat satu guru menjelaskan, guru lainnya menunggu giliran,” ujarnya.
Seluruh ruang belajar madin dimanfaatkan untuk menampung enam jenjang kelas.
Gedung madin paling timur ditempati siswa TK, kelas I, dan kelas II. Sementara ruang tengah digunakan untuk kelas III dan IV.
Baca Juga: Pemotor Tabrakan di Suramadu, Nekat Masuk Jalur Kendaraan Roda Empat
"Sedangkan ruang paling ujung ditempati siswa kelas V dan VI," imbuhnya.
KBM tetap dimulai pukul 07.00. Namun, waktu pulang dipercepat.
Jika sebelumnya pembelajaran berakhir sekitar pukul 12.00 bahkan lebih, kini siswa selesai sekitar pukul 11.45.
Sebab, siang harinya fasilitas madin kembali digunakan.
Meski belajar di tempat sementara, fasilitas dinilai cukup memadai.
Siswa mengikuti pembelajaran secara lesehan menggunakan meja belajar milik madrasah, sehingga proses KBM tetap dapat berlangsung dengan baik.
Menurut Abdul Azis, hingga kini tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan pembelajaran.
Pihak pengelola madrasah juga memberikan dukungan penuh pada SDN Konang 4.
Terlebih, pengelola madrasah juga menjabat sebagai ketua Komite SDN Konang 4.
Abdul Azis menerangkan, sebagian siswa masih mengingat peristiwa ambruknya gedung sekolah pada Kamis (30/7).
Baca Juga: Pemotor Tabrakan di Suramadu, Nekat Masuk Jalur Kendaraan Roda Empat
Sebab, saat kejadian, beberapa siswa baru saja menyelesaikan latihan gerak jalan sehingga sempat menyaksikan bangunan roboh.
”Awalnya mereka syok karena ada yang melihat langsung kejadian itu. Sampai dijemput sama guru. Tapi alhamdulillah, sekarang mereka mulai bisa mengikuti pembelajaran kembali,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga ruang kelas SDN Konang 4 ambruk pada Kamis (30/7).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerusakan itu membuat seluruh aktivitas belajar mengajar dipindahkan sementara ke madrasah terdekat.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan Ali Yusri Purwanto mengeklaim telah mengusulkan agar SDN Konang 4 diprioritaskan memperoleh program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Revitalisasi tahap pertama dan kedua telah ditetapkan, kini pihak sekolah masih menunggu tahap ketiga.
”Kami berharap pada tahap ketiga nanti SDN Konang 4 menjadi prioritas sehingga pembangunan segera dilakukan dan kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal,” ucapnya. (ina/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti