Penumpang Meningkat, Trans Jatim Belum Sediakan Fasilitas Penitipan Kendaraan

Amin Basiri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18 WIB
BERALIH KE TRANSPORTASI UMUM: Warga menunggu bus Trans Jatim di Halte Perumda kemarin.
BERALIH KE TRANSPORTASI UMUM: Warga menunggu bus Trans Jatim di Halte Perumda .

 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pengguna bus Trans Jatim rute Bangkalan–Surabaya maupun sebaliknya kian meningkat. Hal tersebut disampaikan petugas bus Trans Jatim rute Bangkalan–Surabaya, Ugik.

Ugik menuturkan, secara keseluruhan, jumlah penumpang per jam dalam sehari mencapai 217 orang dengan kapasitas kursi sebanyak 19 orang. “Setiap hari selalu penuh, total sama penumpang yang berdiri mencapai 40 penumpang,” katanya.

Peningkatan jumlah penumpang mengindikasikan bahwa layanan Trans Jatim semakin diminati masyarakat sebagai moda transportasi umum. Di balik meningkatnya pengguna Trans Jatim, sebagian mengalami kendala. Salah satunya tidak ada fasilitas penitipan kendaraan yang memadai di terminal.

Azka, penumpang Trans Jatim asal Kamal, menceritakan dirinya selalu naik Trans Jatim saat hendak bepergian ke Surabaya. Baginya, moda transportasi milik pemprov itu sangat membantu perjalanannya.

“Minusnya di sini tidak tersedia tempat penitipan motor. Sehingga kalau tidak diantar keluarga, saya harus menitipkan motor di RS Anna Medica atau RSUD Syamrabu. Kalau saya menunggu di halte lain, bisa jadi tidak kebagian tempat duduk,” keluhnya.

Dia berharap Terminal Bangkalan tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga mendukung adanya fasilitas yang memadai. Dengan begitu, pengguna transportasi merasa aman, nyaman, dan terlindungi selama melakukan perjalanan.

Hal senada disampaikan Silvi, mahasiswa Pendidikan IPA UTM asal Kecamatan Burneh. Menurut dia, lahan parkir motor yang representatif di terminal sangat dibutuhkan sekaligus dapat meningkatkan jumlah penumpang Trans Jatim.

“Misalnya, warga Arosbaya ingin ke Surabaya naik Trans Jatim, jadi tidak perlu naik angkot dua kali, tinggal menitipkan motor di terminal,” terangnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), lahan parkir memang ada. Namun, tidak ada petugas yang berjaga sehingga keamanan kurang terjamin. “Kalau ingin parkir silakan, tapi tidak bisa lama-lama karena tidak ada jukirnya,” tutur salah satu petugas Dishub Bangkalan, Yusfik.

Kasi Pengendalian Operasional (Dalops) UPT P3 LLAJ Bangkalan Dishub Jatim Iwan Suyana menyampaikan, institusinya sudah menyediakan lahan parkir di samping pos penyiaran. Namun, areanya tidak terlalu luas, hanya untuk beberapa pengendara dan masih kesulitan penjaga.

“Untuk menyediakan lahan parkir yang representatif dan bisa titip inap kendaraan, kami masih berkoordinasi dengan Pemprov. Kami juga membuka kerja sama dengan pihak ketiga, siapa saja yang berkenan untuk mengelola area parkir di terminal dan siap menjaganya demi keamanan,” tandasnya. (ina/yan)

Editor : Amin Basiri
penumpang Trans Jatim