Belasan SPPG di Bangkalan Diberhentikan Sementara

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:47 WIB
AMAN: Siswa SDN Kemayoran 1, Bangkalan mengecek ompreng sebelum dikembalikan ke pihak dapur, Senin (13/7).
AMAN: Siswa SDN Kemayoran 1, Bangkalan mengecek ompreng sebelum dikembalikan ke pihak dapur, Senin (13/7).

BANGKALAN, RadarMadura.id – BGN menerbitkan surat perihal penonaktifan user maker dan approval serta penarikan dan penyetoran saldo pada rekening virtual account SPPG dengan status suspend permanen ke Kas Negara, pada Senin (27/7).

Belasan SPPG di Kabupaten Bangkalan terdampak suspend atau pemberhentian sementara. 

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika menyampaikan, terdapat dua belas dapur di Kota Salak yang diberhentikan sementara.

Alasan pemberhentian bermacam-macam. Di antaranya IPAL dinilai tidak sesuai, jumlahnya satu dapur.

Selain itu, terdapat dapur yang diberhentikan sementara karena persoalan tidak memiliki ahli gizi. Jumlahnya ada empat SPPG.

Lalu, ada empat dapur yang tidak memiliki kepala SPPG, satu dapur mengalami persoalan menonjol, serta dua lainnya karena virtual account tidak cair.

”Ada belasan dapur di Bangkalan yang diberhentikan sementara karena beberapa faktor,” jelasnya.

Saat ini BGN juga memberlakukan pemberhentian permanen. Beruntung, di Kota Dzikir dan Salawat tidak ada satupun dapur yang terdampak dari kebijakan tersebut.

Namun, di beberapa daerah lainnya di Jawa Timur ada beberapa dapur yang disanksi berat berupa pemberhentian secara permanen.

”Bangkalan tidak ada dapur yang diberhentikan secara permanen,” tukasnya. (za/bil)

Editor : Amin Basiri
SPPG Bangkalan suspend