BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan telah menyiapkan lahan yang diproyeksikan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Itu bukti konkret dukungan pemkab dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah pusat.
Lahan yang disiapkan Pemkab Bangkalan untuk pembangunan fasilitas SR berlokasi di Desa Katol Barat, Kecamatan Geger.
Rabu (22/7), Bupati Bangkalan Lukman Hakim beserta tim dari Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meninjau langsung lahan yang telah dipersiapkan.
Orang nomor satu di Bangkalan itu memaparkan, peninjauan yang dilaksanakan bukan sekadar untuk memastikan kesiapan lahan.
Tetapi, juga untuk memastikan kelengkapan dokumen administrasi pembangunan fasilitas pendidikan bagi anak kurang mampu tersebut.
”Mudah-mudahan pembangunan fisik SR bisa terlaksana tahun ini,” ujarnya.
Lukman juga meninjau beberapa aspek yang telah disusun berdasarkan masterplan awal.
Antara lain, titik lokasi pembangunan asrama, gedung pendidikan, dan beberapa fasilitas penunjang lainnya.
”Karena di setiap asrama itu harus ada dapur atau semacam kantin,” imbuhnya.
Pihaknya berharap pembangunan fasilitas pendidikan di SR tuntas pada 2027 mendatang.
Sehingga, mulai tahun ajaran 2027/2028, siswa SR sudah bisa melaksanakan kegiatan belajar mengjar (KBM) di tempat yang baru.
”Tahun depan sudah harus di gedung yang baru,” katanya.
Lukman menyatakan, antusiasme peserta didik untuk mendapat akses pendidikan di SR sangat luar biasa. Jumlahnya mencapai ratusan calon siswa baru.
Baca Juga: Gema Salawat Meriahkan Dies Natalis UTM, Prof. Safi’ Sebut Fakultas Kedokteran sebagai Kado Istimewa
Tetapi, karena fasilitas yang tersedia saat ini terbatas, maka belum dapat mengakomodasi semua pendaftar.
”Tahun ini hanya menampung dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD, sedangkan untuk SMP dua rombel. Kuotanya terus akan diperbesar setelah fasilitas pendukung rampung,” sambungnya.
Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas SR sangat strategis.
Sebab, posisinya berada di tengah kantong-kantong kemiskinan di wilayah Kota Salak.
Seperti, Kecamatan Kokop, Konang, Tanjungbumi, Geger, dan Sepulu.
”Dengan adanya SR, diharapkan nanti bisa menampung 1.000 siswa baru,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti