BANGKALAN, RadarMadura.id – Jumlah desa di Kabupaten Bangkalan yang terdampak kekeringan diprediksi akan terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan setidaknya sudah menerima permohonan permintaan air bersih tambahan dari dua pemerintah desa (pemdes).
Jika ditotal, sudah ada 22 desa yang terdampak kekeringan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja mengatakan, sudah ada dua desa di Kecamatan Blega yang mengusulkan permintaan air bersih ke institusinya.
Tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah. “Apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau,” katanya.
Menurutnya, BPBD terus melakukan dropping air bersih. Institusinya menjadwalkan pendistribusian air selama empat hari dalam sepekan. “Yakni mulai hari Senin sampai Kamis,” imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Yayak itu menyatakan, jumlah desa terdampak kekeringan diprediksi akan terus bertambah. Sebab, hari tanpa hujan (HTH) sudah melebihi 21 hari terhitung sejak Juni–Juli.
Dia memprediksi jumlah desa terdampak kekeringan sama dengan tahun lalu, yakni sebanyak 26 desa lebih dan tersebar di enam kecamatan. “Tapi bisa saja lebih,” ungkapnya.
Ditambahkan, jumlah armada yang dimiliki Pemkab Bangkalan memang terbatas. Oleh karena itu, institusinya akan bekerja sama dengan beberapa instansi lainnya untuk meminta dukungan armada.
“Sehingga, dropping air bersih lancar,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti