BANGKALAN, RadarMadura.id – Bank Jatim terus berkomitmen mendukung dan berkolaborasi dengan Pemkab Bangkalan.
Salah satunya melalui penyerahan corporate social responsibility (CSR) berupa pembangunan rumah insinerator. Tujuannya, untuk mengurangi volume sampah di Kota Zikir dan Salawat.
Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah menyampaikan terima kasih kepada bupati Bangkalan dan jajarannya atas kepercayaan, kerja sama, dan sinergitas yang telah terjalin dengan Bank Jatim selama ini.
Baca Juga: Intip Mewahnya Kabin BYD Denza D9, MPV Listrik Premium yang Siap Mengaspal di Jalanan Jatim
"Saya menilai kemitraan tersebut telah terajut dengan baik,” ujarnya.
Rodiyah menambahkan, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jatim tidak hanya berkomitmen memberikan layanan perbankan terbaik.
Tapi, juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program, salah satunya CSR.
”Kami terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Jawa Timur,” ucapnya.
Keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja, tetapi juga dari dampak nyata bagi suatu daerah agar masyarakat dapat lebih optimal.
”Saya berharap keberadaan Bank Jatim dapat terus bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Bangkalan,” ulasnya.
Menurut Rodiyah, pembangunan rumah insinerator tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank Jatim dalam mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik.
”Penyerahan CSR Pembangunan Rumah Insinerator itu bagian dari kepedulian Bank Jatim untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengutarakan, bantuan tersebut tidak hanya menjadi simbol kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga harus menjadi awal kerja sama yang semakin erat antara Bank Jatim dan Pemkab Bangkalan dalam berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
”Semoga CSR yang diberikan ini dapat mengatasi persoalan sampah di lingkungan perkantoran kami,” harapnya.
Lukman berharap rumah insinerator itu juga didukung dengan kendaraan pengangkutan sampah dari lingkungan kantor ke rumah insinerator. Tujuannya, untuk memberikan kemudahan dan contoh kepada masyarakat.
”Paling tidak, untuk lingkungan pemkab sudah selesai dengan persoalan sampah,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti