Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemadaman Listrik di Kabupaten Bangkalan Diprediksi Terus Berlanjut

Hera Marylia Damayanti • Senin, 22 Juni 2026 | 09:36 WIB
KECEWA: Pemilik usaha air mineral di Desa Parseh, Kecamatan Socah, menunjukkan mesin kompresor yang rusak akibat pemadaman listrik di Bangkalan, Sabtu (20/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
KECEWA: Pemilik usaha air mineral di Desa Parseh, Kecamatan Socah, menunjukkan mesin kompresor yang rusak akibat pemadaman listrik di Bangkalan, Sabtu (20/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura – Pemadaman listrik secara bergilir di Kabupaten Bangkalan diprediksi akan terus berlanjut.

Sebab, ULP PLN Bangkalan belum memberi kepastian kapan pemadaman listrik di Kota Salak akan berakhir.

Alasannya, pemadaman mengikuti perkembangan kondisi operasional pembangkit dan sistem kelistrikan di lapangan.

Manajer ULP PLN Bangkalan Nasir menyampaikan, pemadaman listrik dipengaruhi oleh adanya kendala teknis operasional pada sistem pembangkit yang berdampak terhadap penyesuaian suplai listrik.

Baca Juga: Evaluasi Kapus Dilakukan Pekan Ini, Sekkab: Dirapatkan Bersama Bupati dan Wabup

Untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan daya, pihaknya melakukan penyesuaian beban secara terbatas pada beberapa wilayah terdampak.

”Itu kami lakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan daya, serta memastikan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga,” ujarnya.

Berkaitan dengan informasi pemadaman, Nasir berdalih telah berusaha semaksimal mungkin untuk menginformasikan kepada stakeholder maupun pelanggan saat terjadi pemadaman.

Namun, kondisi operasional pembangkit dan sistem kelistrikan bersifat dinamis.

Karena itu, pelaksanaan pemadaman maupun wilayah terdampak yang mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan di lapangan.

”Informasi terkadang tidak dapat disampaikan jauh-jauh hari atau sehari sebelum pemadaman,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, selama kondisi pemadaman berlangsung, PLN terus melakukan berbagai upaya percepatan penanganan dan optimalisasi pasokan dari pembangkit yang tersedia.

Selain itu, mengatur sistem operasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan dan meminimalisasi dampak yang terjadi.

Baca Juga: Kasus Kredit MSW di Wonosobo, BRI Sebut Nasabah Menunggak Sejak 2023 dan Telah Direstrukturisasi

”Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan,” ungkapnya.

Nasir belum bisa memastikan kapan pemadaman di Kota Zikir dan Salawat akan berakhir.

Saat ini pihaknya terus mengevaluasi dan mengikuti perkembangan kondisi operasional pembangkit dan sistem kelistrikan di lapangan.

”Belum bisa dipastikan sampai kapan pemadaman ini akan berlangsung,” terangnya.

H Abdurrahman, pengusaha air minum di Desa Parseh, Kecamatan Socah, mengaku resah dengan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Sebab, pemadaman listrik itu mengganggu aktivitas usahanya. Bahkan, mesin kompresor mati akibat pemadaman tersebut.

”Pengusaha seperti saya sangat dirugikan dengan pemadaman listrik ini. Apalagi tanpa pemberitahuan dari jauh-jauh hari,” keluhnya.

Dia sudah mengonfirmasi dan menanyakan langsung kepada pihak PLN soal durasi pemadaman listrik di wilayahnya.

Namun, PLN tidak memberikan kepastian, sehingga hal itu membuatnya semakin kecewa.

”Padahal kalau saya telat bayar sehari langsung diputus oleh PLN. Sementara saat kondisi seperti sekarang mereka tidak memberikan solusi,” tandasnya. (za/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#penyesuaian suplai listrik #ULP PLN Bangkalan #terus berlanjut #pemadaman listrik