BANGKALAN, RadarMadura.id – Kehadiran FK UTM tidak hanya bisa meningkatkan kualitas SDM di Madura.
Namun, juga dapat menjadi jawaban atas ketimpangan rasio dokter dengan jumlah penduduk di Madura.
Menurut World Health Organization (WHO), idealnya satu dokter dapat melayani 1.000 masyarakat.
Sementara faktanya saat ini, satu dokter melayani 7.000 masyarakat di Madura.
Baca Juga: UTM Launching Dies Natalis Ke-25 dan Fakultas Kedokteran, Komitmen Jaga Kualitas dan Mutu Akademik
Oleh sebab itu, UTM membuka jalur afirmasi bagi putra dan putri Madura yang ingin melanjutkan studi kedokteran.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyatakan, institusinya telah melakukan kerja sama dengan empat pemerintah kabupaten (pemkab) di Madura.
Tujuannya, untuk memberikan kesempatan bagi putra dan putri terbaik Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep agar menempuh pendidikan di FK UTM.
Biaya pendidikan bagi mahasiswa FK jalur afirmasi disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing pemkab.
”Maka, kondisi ekonomi jangan dijadikan hambatan. Kalau memang memiliki passion di kedokteran, siapkan diri dengan baik,” pintanya.
Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far mengapresiasi pembukaan FK UTM.
Baginya, itu legacy yang sangat luar biasa di tahun terakhir kepemimpinan Prof. Dr. Safi’ sebagai rektor UTM.
Baca Juga: Daftar Harga Honda HR-V dan BR-V Terbaru Juni 2026 di Malang, Varian Hybrid Kini Tembus Rp494 Juta
”Dengan dibukanya FK, maka akan menjawab ketimpangan dan disparitas antara jumlah dokter dan penduduk Madura,” katanya.
Pemkab Bangkalan telah meluncurkan program Satu Desa Satu Sarjana. Pihaknya berharap, akan lahir dokter-dokter tangguh dan kompeten yang berasal dari lulusan FK UTM.
”Atas nama Pemkab Bangkalan, kami sampaikan selama atas di-launching-nya FK UTM,” katanya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Prof. Dr. Med. Setiawan, dr. menyatakan, keberadaan perguruan tinggi harus dirasakan masyarakat.
Karena itu, paradigma yang dibangun pemerintah saat ini adalah kampus berdampak.
Pihaknya berharap FK UTM terus meningkatkan mutu akademik. Sehingga, bisa mendapat predikat penjaminan mutu tertinggi lebih cepat. Yakni, kurang dari 10 tahun.
”Mudah-mudahan dengan komitmen UTM yang sangat baik, tidak perlu 10 tahun untuk bisa mencapai akreditasi unggul,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti