Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kualitas Beras Banpang Buruk, Distribusi dari Bulog Ditolak

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 10 Juni 2026 | 08:11 WIB
DIGANTI: Petugas menyalurkan bantuan pangan (banpang) kepada masyarakat di Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah Selasa (9/6). (AHMAD ROFI’I UNTUK JPRM)
DIGANTI: Petugas menyalurkan bantuan pangan (banpang) kepada masyarakat di Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah Selasa (9/6). (AHMAD ROFI’I UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pendistribusian bantuan pangan (banpang) di Kecamatan Tanah Merah dipersoalkan.

Sebab, beras yang diperuntukkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dinilai tidak layak konsumsi.

Kepala Desa (Kades) Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Zaiqulhal Alfarisi menyatakan, penyaluran banpang di wilayahnya dilakukan Jumat (4/6).

Masing-masing KPM mendapat beras dengan kemasan 10 kilogram (kg).

Sayangnya, saat diterima, beras yang didistribusikan Perum Bulog tersebut dinilai tak layak konsumsi karena warnanya menguning.

”Tidak hanya terjadi di desa kami, tapi hampir semua desa di Kecamatan Tanah Merah menolak pemberian banpang itu,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Bulog selaku penyalur bantuan.

Sehingga, perusahaan pelat merah tersebut dapat mengirim sampel beras yang akan diberikan ke warganya. 

”Kami telah mendapatkan sampelnya,” katanya.

Pimpinan Cabang Bulog Madura Ahmad Rofi’i mengeklaim beras yang didistribusikan berkualitas bagus.

Namun, dia tidak memungkiri adanya penolakan di wilayah Kecamatan Tanah Merah. Pihaknya mengeklaim persoalan tersebut telah teratasi.

”Hari ini (9/6) sudah mulai pendistribusian lagi,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan Rokib menyayangkan adanya pendistribusian beras dengan kualitas buruk kepada masyarakat.

Sebelum banpang didistribusikan, Perum Bulog seharusnya memastikan kualitas beras yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Perum Bulog untuk tidak asal-asalan dalam mendistribusikan banpang dari pemerintah.

”Kami sangat menyesalkan kejadian itu, masyarakat semestinya menerima beras yang layak konsumsi,” ucapnya.

Politikus asal Kecamatan Socah itu mendesak Perum Bulog segera menarik banpang yang sudah telanjur didistribusikan kepada masyarakat.

Juga, wajib meningkatkan pengawasan terhadap kualitas beras yang akan diserahkan kepada warga.

”Ini menjadi PR bagi kita semua, pengawasan juga harus lebih intens kami lakukan kepada para lembaga yang ditunjuk pemerintah sebagai penyalur bantuan,” katanya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#wilayah Kecamatan Tanah #tak layak konsumsi #menguning #banpang #penolakan