
BANGKALAN, RadarMadura.id – Siswa yang diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, terus bertambah.
Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan mencatat, hingga Jumat (5/6), terdapat 84 siswa yang dilaporkan keracunan.
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku telah mengecek secara langsung kondisi siswa yang diduga keracunan pasca mengonsumsi menu MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan gizi (SPPG) Al Barokah Kokop Dupok.
Yakni, dengan mendatangi ruang perawatan Puskesmas Kokop.
Ternyata jumlahnya bertambah dari yang sebelumnya 39 menjadi 84 siswa. Mulai dari siswa SD hingga SMA.
”Saat kami ke lapangan, ternyata korbannya lebih banyak,” ujar mantan Kadispendik Bangkalan itu.
Puluhan korban itu terpaksa harus dirawat di Puskesmas Kokop karena merasa mual pasca menyantap beberapa menu MBG yang diproduksi SPPG Al Barokah Kokop Dupok.
Antara lain, nasi putih, sate ayam, tempe goreng, acar timun wortel, dan semangka.
”Jumlah penerima manfaatnya ribuan, tapi yang dilarikan ke puskesmas hanya 84 Siswa,” katanya.
Siswa yang menjalani rawat inap hingga Jumat (5/6) tersisa 12 orang. Rata-rata keluhan yang dialami sama, yakni mual hingga muntah.
Berdasarkan hasil pengumpulan informasi yang dilakukan, penerima manfaat menyebut menu yang diterima nyaman dan tidak berbau.
”Menunya tidak basi, dan korban lahap makannya. Tapi, satu jam kemudian mereka muntah-muntah dan pusing,” katanya.
Bambang mengungkapkan, puluhan penerima manfaat yang harus dirawat pasca menyantap menu MBG tidak hanya berstatus siswa.
Namun, juga ada yang berstatus sebagai warga biasa. Bahkan, keluhan yang dialami lebih parah dibandingkan siswa.
”Hingga muntah-muntah lima kali usai makan menu MBG itu,” tambahnya.
Satgas MBG Bangkalan sudah mengamankan sampel makanan maupun sampel muntahan korban untuk dikirimkan ke Surabaya untuk diuji laboratorium.
Sementara pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan massal tersebut.
”Saya khawatir sumber keracunan itu diakibatkan acar timun wortel,” katanya.
Kepala Puskesmas Kokop Zaitun Ernawati mengutarakan, korban keracunan berdatangan signifikan sekitar pukul 22.00, Kamis (4/6) malam.
Namun setelah mendapat perawatan dan kondisinya membaik, mereka langsung dipulangkan.
Baca Juga: Jejak Historis Koboi: Dari Penggembala Sapi Menjadi Ikon Dunia
”Hanya empat yang rawat inap. Sedangkan sekarang (5/6) tinggal dua orang (yang dirawat inap),” katanya.
PIC SPPG Al Barokah Nikmatul Kausiyah tidak menampik adanya puluhan siswa diduga keracunan pasca menyantap menu MBG. Keluhan yang dialami mayoritas mual-mual.
Namun setelah mendapat perawatan di puskesmas, sebagian besar langsung dipulangkan.
Menu MBG yang didistribusikan telah melalui pengawasan yang ketat untuk memastikan tidak adanya masalah.
Namun yang pasti, kasus keracunan yang diduga akibat menu MBG yang diproduksi dapurnya tersebut akan dijadikan bahan evaluasi ke depannya.
Di samping itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat beserta keluarganya.
”Setelah ini kami rehat dulu, dan kami berencana mengundang chef untuk memberikan pelatihan kepada relawan,” janjinya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti