Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pendaftaran Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 4 Juni 2026 | 21:22 WIB
Syarat Pendaftaran Fakultas Kedokteran Universitas Trunodjoyo Madura.
Syarat Pendaftaran Fakultas Kedokteran Universitas Trunodjoyo Madura.

BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) secara resmi menabuh genderang penerimaan mahasiswa baru untuk Fakultas Kedokteran (FK).

Kampus negeri terbesar di ujung barat Pulau Madura ini langsung membuka dua program studi (prodi) sekaligus, yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Pendidikan Profesi Dokter.

Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menegaskan bahwa momentum ini menjadi babak baru bagi dunia pendidikan tinggi di Madura.

Pihaknya memastikan seluruh infrastruktur dan kesiapan akademis telah matang untuk menyambut calon-calon tenaga medis masa depan.

Baca Juga: Pantau Layanan Melalui Kegiatan SERASI, BPJS Kesehatan Gandeng Ombudsman, YLKI dan BPKN RI

”Pendaftaran melalui jalur mandiri reguler Fakultas Kedokteran resmi dibuka,” ujarnya.

Untuk tahap awal, kampus yang beralamat di Jalan Raya Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, tersebut menerapkan seleksi ketat melalui jalur Mandiri Reguler. 

Syarat utama yang wajib dipenuhi oleh pemburu kursi FK adalah berstatus warga negara Indonesia (WNI). Selain itu, calon mahasiswa harus mengantongi ijazah resmi atau Surat Keterangan Lulus (SKL) dari jenjang SMA/SMK/MA atau sederajat yang sah.

Pihak panitia seleksi memberikan batasan waktu kelulusan demi menjaga kualitas input mahasiswa. Bagi pemburu kursi kedokteran yang lulus tahun 2024 dan 2025, mereka wajib melampirkan lembar ijazah asli.

Sementara bagi para fresh graduate yang baru saja menyelesaikan studi di 2026 ini, mereka cukup menunjukkan SKL dari pihak sekolah.

Secara akumulatif, regulasi mandiri ini membatasi usia kelulusan maksimal dua tahun terakhir dari tahun berjalan.

Aturan main lainnya yang tidak kalah krusial adalah calon pendaftar dipastikan tidak sedang terikat atau dinyatakan lolos pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Baca Juga: Laptop Murah Acer Aspire Go 15 Resmi Meluncur Global, Bawa Pilihan Intel hingga Snapdragon C untuk Pengguna Harian yang Cari Performa Hemat

Langkah ini diambil agar tidak terjadi tumpang tindih kuota yang bisa merugikan calon mahasiswa lain.

Selain itu, khusus untuk program kemitraan, ada syarat tambahan berupa surat rekomendasi resmi dari pemerintah daerah (pemda) di wilayah Madura.

Menyangkut urusan finansial, manajemen UTM telah merumuskan skema. Mahasiswa yang dinyatakan lolos nantinya akan dikenakan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan nominal berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 8 juta lebih per semester.

Selain UKT, komponen biaya lain yang wajib disiapkan adalah Iuran Pengembangan Institusi (IPI) serta biaya registrasi pendaftaran sebesar Rp 500 ribu.

Mantan dekan Fakultas Hukum UTM itu menambahkan, seluruh biaya pelaksanaan tes kesehatan nantinya akan ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing peserta seleksi.

Mengenai sistem penyaringan, panitia menyiapkan dua kriteria atau jalur alternatif yang bisa dipilih oleh peserta.

Jalur pertama menggunakan mekanisme computer based test (CBT) yang digelar langsung secara mandiri oleh internal kampus.

Setiap peserta yang memilih opsi ini wajib mengikuti rangkaian ujian berbasis komputer, di mana kelulusan murni ditentukan berdasarkan sistem pemeringkatan nilai tertinggi.

Sedangkan jalur kedua mengacu pada hasil nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Tahun 2026 yang sertifikat resminya wajib dilampirkan saat pendaftaran.

Baca Juga: XPENG X9 Standard Range 2026 Dijual Mulai Rp990 Juta, Tawarkan Kabin Mewah dan Jarak Tempuh Hingga 580 Km Sekali Cas

Orang nomor satu di lingkungan UTM itu juga menaruh harapan besar agar kehadiran FK UTM ini mampu mendongkrak indeks pembangunan manusia dan rasio dokter di empat kabupaten se-Madura. 

Pihaknya membuka pintu lebar-lebar bagi pemerintah daerah di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep untuk berkolaborasi secara simultan lewat jalur kemitraan. 

”Jika memungkinkan, seleksi penerimaan mahasiswa baru ini juga diikuti oleh pemda se-Madura” harapnya. (za)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#program kemitraan #utm #fakultas kedokteran #tenaga medis #pendaftaran