BANGKALAN, RadarMadura.id – Sejumlah pemuda di Desa Mrandung, Kecamatan Klampis harus berurusan dengan polisi karena ulah isengnya sendiri. Yakni, membuat teror Pocong, Minggu (31/5) malam.
Dalam rekaman CCTV yang tersebar, pemeran teror pocong mengenakan kain putih dan membawa sebilah senjata tajam (sajam).
Para pelaku sengaja menyebarkan hasil kontennya melalui video rekaman CCTV yang terpasang di rumah milik seorang warga bernama Moniyah.
Video berdurasi 30 detik menampilkan pocong yang mendatangi rumah warga dengan cara melompat-lompat dan membawa sebilah sajam.
Teror pocong itu diperankan Saifulloh, Zulhan, dan Kandi. Mereka dibantu empat rekannya yang lain, yakni Imron, Rahmad, Nizar, dan Ilham.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyatakan, informasi adanya teror pocong itu langsung direspons Polsek Klampis dengan cara berkoordinasi dengan kepala desa (Kades). Setelah didalami, ternyata aksi itu hanya untuk konten.
Sosok yang menginisiasi pembuatan konten teror pocong itu adalah Zulhan. Dia meminta Saifulloh untuk memerankannya.
Keesokan harinya, dia memerintahkan Kandi untuk meminta hasil rekaman CCTV kepada Moniyah selaku pemilik rumah.
Setelah rekaman itu didapatkan, Kandi mengirimkan video tersebut ke grup WhatsApp agar viral.
”Kami pastikan itu hanya konten, dan tidak ada teror pocong di Bangkalan,” ujarnya.
Para pembuat video teror pocong itu akhirnya membuat video klarifikasi permintaan maaf setelah didatangi aparat kepolisian.
Mereka juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
”Mereka diberi pembinaan di Polsek Klampis sesuai permintaan Kades setempat,” katanya.
Sementara barang bukti (BB) berupa kain putih dan celurit yang dibawa diamankan pihak kepolisian.
Agung berharap tidak ada kejadian serupa di Kota Salak. ”Bangkalan aman, tidak ada teror pocong,” tegasnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti