BANGKALAN, RadarMadura.id – Sebaran guru di jenjang SMP belum merata. Indikasinya, tidak sedikit lembaga pendidikan yang belum memiliki tenaga pendidik untuk mata pelajaran (Mapel) tertentu.
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Muhaimin mengakui adanya sekolah yang tidak memiliki guru untuk mapel tertentu. Namun itu tidak dapat disimpulkan karena minimnya sumber daya guru.
Sebab, terdapat sekolah yang ketersediaan gurunya surplus atau berlebih. ”Di beberapa sekolah kebutuhan gurunya cukup, tetapi untuk mapel tertentu masih tenaga pengajar,” ujarnya, kemarin (28/5).
Salah satu lembaga pendidikan yang kekurangan tenaga guru untuk mapel tertentu adalah SMPN 2 Tanjungbumi. Lembaga itu kekurangan tenaga pengajar untuk mapel penddikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) dan Bahasa Inggris.
”Namun, untuk guru di sekolah lain justru ada yang kelebihan guru Bahasa Inggris,” tuturnya.
Muhaimin mengeklaim ketimpangan terhadap sebaran guru tidak hanya terjadi di Bangkalan. Namun hampir di seluruh daerah di indonesia. Padahal sarjana pendidikan setiap tahunnya terus bertamabah.
Tetapi yang tidak semuanya memilih menjadi pendidik. ”Sekarang kembali lagi terhadap kebijakan pemerintah pusat apakah akan terus membuka formasi CPNS guru atau tetap memilih memperketat peraturan terhadap tenaga pengajar,” pungkasnya. (c1/jup)
Editor : Amin Basiri