Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dianiaya, Petugas Loket Terminal Bangkalan Polisikan Preman

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 21 Mei 2026 | 05:36 WIB
TEMPUH JALUR HUKUM: Diana Novita Dewi (kanan) menunjukkan bukti laporan kasus dugaan penganiayaan di Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan, Selasa (19/5). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
TEMPUH JALUR HUKUM: Diana Novita Dewi (kanan) menunjukkan bukti laporan kasus dugaan penganiayaan di Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan, Selasa (19/5). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Diana Novita Dewi, 50, petugas loket tiket di Terminal Bangkalan menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh preman pada Selasa (19/5).

Warga Kecamatan Socah itu akhirnya menempuh jalur hukum dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bangkalan.

Insiden penganiayaan itu bermula saat korban mencari penumpang dengan cara menawarkan kepada setiap orang yang datang ke terminal.

Diana saat itu mendapatkan satu calon penumpang yang hendak bepergian ke Kabupaten Bandung.

Kebetulan di loket PO Madu Kismo tempat korban bekerja tidak menyediakan tiket perjalanan tujuan Bandung.

”Karena di loket saya tidak menyediakan tiket bus tujuan Bandung, akhirnya saya arahkan ke loket PO Sinar Jaya,” ujar Diana.

Tiba-tiba, Diana ditegur dan dimarahi oleh petugas loket lain berinisial NT.

Sebab, tidak mengarahkan calon penumpang tersebut ke loket PO Pahala Kencana, tempat NT berjualan tiket. 

Saat terjadi cekcok mulut, anak korban yang bernama Kevin Agung menegur NT agar berhenti marah-marah.

”Saya kemudian merangkul anak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Saat melerai anaknya dari belakang tersebut, tiba-tiba kepala Diana dipukul dari belakang oleh seorang pria yang dikenal sebagai preman Terminal Bangkalan berinisial H.

Diana tidak mengerti kenapa dipukul terlapor. "Padahal saya tidak cekcok dengan terlapor,” paparnya.

Diana menambahkan, terlapor merupakan preman di Terminal Bangkalan. Selama ini agen penyedia tiket bus di Terminal Bangkalan dimintai uang setoran oleh terlapor.

Sementara loket tiket bus PO Madu Kismo menolak untuk memberi uang sejak awal.

”Hasil pemeriksaan dokter, di kepala saya ada benjolan akibat pukulan tersebut,” tambahnya.

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama membenarkan adanya insiden tersebut. 

Dikatakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

”Masih kami selidiki laporan dugaan penganiayaan tersebut,” ucapnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#preman #petugas loket tiket #benjolan #Penganiayaan #terminal bangkalan