Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BPBD Bangkalan Prediksi Cuaca Ekstrem Berlangsung hingga Juni

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:07 WIB
RAMAH: Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan M. Zainul Qomar saat diwawancarai jurnalis, Senin (6/4). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
RAMAH: Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan M. Zainul Qomar saat diwawancarai jurnalis, Senin (6/4). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan memprediksi cuaca ekstrem di Kota Zikir dan Salawat berlangsung hingga awal Juni mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) semula memperkirakan bulan ini sudah masuk kemarau, meski belakangan meleset.

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan M. Zainul Qomar mengatakan, sebelumnya BMKG memang memprediksi bulan Mei sudah masuk musim kemarau.

Namun, hal itu bukan berarti tidak ada hujan. Karena itu, fenomena hujan singkat namun deras di Kota Salak akhir-akhir ini masih terbilang wajar dan biasa terjadi pada masa peralihan musim.

”Masa transisi musim di Jawa Timur saat ini sedang bergerak dari musim hujan ke kemarau,” katanya.

Menurutnya, pada fase tersebut cuaca labil. Panas matahari membuat penguapan tinggi dari laut sekitar Madura dan Selat Madura.

Uap air naik lalu membentuk awan kumulonimbus atau awan hujan yang biasanya menghasilkan hujan deras namun durasinya pendek.

”Sementara kelembapan udara masih tinggi meskipun diprediksi bulan ini sudah masuk musim kemarau. Meskipun sudah masuk kemarau, kandungan air di atmosfer masih banyak, sehingga hujan masih mudah terbentuk,” ulasnya.

Dijelaskan, masa peralihan musim memicu perubahan cuaca yang sangat cepat dan tidak menentu. Suasana sering kali terasa gerah di siang hari.

”Kebetulan di Madura, khususnya di Bangkalan, dikelilingi lautan sehingga sangat berpengaruh terhadap terjadinya hujan,” imbuhnya.

Ditambahkan, cuaca yang tidak menentu tersebut berdampak pada kesehatan.

Oleh karena itu, Qomar mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga imun tubuh meskipun cuaca saat ini tidak seekstrem beberapa bulan lalu.

”Kemarau basah saat ini cukup landai, tidak seperti bulan-bulan sebelumnya,” tandasnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Masa transisi musim #cuaca ekstrem #bmkg #madura #BPBD Bangkalan