BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang bisa menunjang pelayanan secara efektif dan efisien.
Itu tercermin dari pelaksanaan focus group discussion (FGD) tentang pembinaan inovasi yang digelar di Pendopo Agung, Senin (18/5).
Kegiatan pembinaan yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Bangkalan tersebut menghadirkan dua pihak eksternal.
Yakni, akademikus dari Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Baca Juga: Belajar Hidup Sehat Sejak Dini, Siswa Kelas 4 FIES Study Visit ke Rumah Sakit BHC
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengutarakan, inovasi sangat penting bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Karena itu pihaknya selalu mewanti-wanti jajarannya untuk terus menciptakan inovasi agar dapat mengefisiensi kerja birokrasi.
Saat ini, tuntutan masyarakat terhadap pemerintah makin tinggi dan beragam.
Oleh sebab itu, aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administratif.
Tapi juga harus mampu menciptakan solusi atas kebutuhan masyarakat.
”Sehingga semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara cepat, tepat, dan efektif,” ujarnya.
Baca Juga: Dinkes Bangkalan Imbau Warga Terapkan PHBS Cegah Hantavirus
Orang nomor satu di Bangkalan itu menambahkan, inovasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan tata kelola pemerintahan yang baik.
Sebab, penyelenggaraan pemerintahan harus dilaksanakan dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas.
”Tanpa inovasi, pelayanan pemerintah bisa lambat, birokratis, dan kurang efektif. Sedangkan dengan adanya inovasi, pemerintahan bisa berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti