BANGKALAN, RadarMadura.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sumber Sejahtera Bangkalan belum menemukan sumber mata air baru.
Karena itu, badan usaha milik daerah (BUMD) itu hanya mengandalkan dua sumber.
Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Sjobirin Hasan mengutarakan, pihaknya berupaya meningkatkan pendistribusian air kepada pelanggan. Air tersebut bersumber dari dua sumber utama.
”Kami menggunakan dua sumber mata air dan sumber utamanya ada di Sumber Pocong di Kecamatan Tragah, Bangkalan. Sumber itu merupakan sungai yang terisolasi, sehingga kondisi airnya masih bersih dan jernih,” ujarnya Senin (11/5).
Dia menjelaskan, sebelum didistribusikan, air diproses di instalasi pengolahan air (IPA) di wilayah Tangkel, Kecamatan Burneh, Bangkalan.
Di sana, dilakukan proses sedimentasi, filtrasi, kemudian dicampurkan kaporit sesuai ketentuan. Tujuannya membasmi bakteri dalam air tersebut.
”Jika seluruh rangkaian pengolahan selesai, maka air didistribusikan ke beberapa titik di Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Burneh, dan Kecamatan Tragah,” terangnya.
Sjobirin mengungkapkan, proses pendistribusian air menggunakan sejumlah pompa untuk mendorong aliran air pada pelanggan.
Pompa tersebut berada di Kecamatan Bancaran dan Kecamatan Arosbaya.
”Kami juga menggunakan beberapa sumber lain seperti sumur bor untuk daerah yang tanpa adanya aliran Sungai. Prosesnya sama dengan yang dilakukan di IPA,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan petugas yang mengontrol kebersidahan dan distribusi air PUDAM.
Termasuk juga mendeteksi potensi kebocoran saat penyaluran air ke pelanggan.
”Kami juga tengah melakukan upaya menambah sumber air yang baru. Namun belum menemukan titik sumber dengan volume air sesuai dengan yang kami butuhkan,” pungkasnya. (c1/bil)
Editor : Amin Basiri