BANGKALAN, RadarMadura.id – Polisi belum berhasil mengidentifikasi mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di Desa Tlangoh Barat, Kecamatan Tanjungbumi, Sabtu (2/5).
Polisi mengaku kesulitan untuk mengungkap identitas Mrs X karena sidik jari sudah rusak sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, hingga saat ini identitas dan keluarga Mrs X belum terungkap.
Proses identifikasi mengalami kendala karena kondisi sidik jari dan beberapa anggota tubuh korban sudah rusak sehingga sulit untuk mengungkap identitasnya.
“Hasil pemeriksaan Senin (4/5), dokter menyampaikan bahwa kondisi tubuh mayat ini sudah rusak,” terangnya.
Oleh sebab itu, polisi kesulitan untuk mendeteksi identitas korban.
Oleh karena itu, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di Kabupaten Bangkalan untuk memastikan apakah ada anggota keluarga yang hilang dalam beberapa hari terakhir.
“Jika ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, silakan dicek di RSUD Syamrabu Bangkalan,” katanya.
Lebih lanjut dia memaparkan, saat ditemukan korban kondisinya sudah rusak dan tanpa pakaian.
Namun, dia menduga pakaian mayat tersebut sudah rusak lebih dahulu, apalagi kondisi jenazah sudah rusak saat ditemukan karena diperkirakan sudah meninggal sekitar 12 hari.
Apalagi korban tidak meninggalkan tanda ataupun ciri khusus.
“Kami belum berani menyimpulkan tanpa pakaian atau tidak karena hasil pemeriksaan diperkirakan sudah 12 hari meninggal,” ucapnya.
Saat ini jenazah Mrs X masih di RSUD Syamrabu Bangkalan. Sementara untuk pemakaman, polisi masih menunggu standar operasional prosedur (SOP) dari pihak rumah sakit.
“Kami masih menunggu SOP dari RSUD kapan akan disemayamkan,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti