BANGKALAN, RadarMadura.id – Kasus pembobolan toko skotlet di Jalan Pertahanan Bangkalan sampai kemarin belum terungkap. Padahal, kasus pencurian toko dengan kerugian sebesar Rp 20 juta milik Febrianto itu sudah dilaporkan ke Polres Bangkalan.
Febrianto mengatakan, pascakejadian, dia langsung membuat laporan ke Polres Bangkalan. Tujuannya agar kasus segera terungkap dan pelaku bisa ditangkap. “Jumlah kerugian yang saya alami tidak sedikit.
Saya berharap polisi segera menangkap pelakunya. Semoga pelakunya segera dijebloskan ke sel tahanan,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa barang berharga yang digasak pelaku dari dalam toko.
Di antaranya alat pemanas, beberapa rol skotlet yang baru saja dibelinya dengan harga Rp 800.000 per rol, serta beberapa barang berharga lainnya. “Isi kulkas juga ludes tak tersisa,” imbuhnya.
Dijelaskan, aksi pembobolan toko stiker itu terjadi pada Selasa (28/4) dini hari. Febrianto mengaku tidak tahu jam berapa tokonya dibobol maling. Sebab, dia baru tahu tokonya dibobol keesokan harinya.
“Mungkin sekitar pukul 01.00. Saya tidak tahu pasti karena toko tidak dilengkapi CCTV,” tuturnya.
Dia memang tidak membawa pulang barang-barang yang ada di toko karena sudah digembok dan mengira bakal aman. “Saya pikir hanya skotlet, tidak mungkin hilang. Apalagi, toko sudah dikunci. Baru kali ini toko saya dibobol,” ungkapnya.
Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengakui bahwa korban sudah melaporkan kasus pencurian tersebut. “Saat ini perkara tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Bangkalan. Jika ada perkembangan nanti kami perbarui lagi,” tuturnya. (za/yan)
Editor : Amin Basiri