BANGKALAN, RadarMadura.id – Kabupaten Bangkalan menjadi lokasi rangkaian tapak tilas Hari Lahir (Harlah) Ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
Kegiatan itu disambut Bupati Bangkalan Lukman Hakim.
Agenda yang dilaksanakan antara lain, ziarah akbar di Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil, Sabtu (25/4) malam.
Serta dialog interaktif antara pengurus pusat (PP) Ansor dengan pengurus cabang (PC) dari berbagai daerah yang dilaksanakan di Pendopo Agung.
Harlah GP Ansor dilanjutkan dengan gowes bersama dari Bangkalan menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Jombang, Minggu (26/4).
Bahkan, Bupati Bangkalan Lukman Hakim turut meramaikan kegiatan tersebut.
Lukman Hakim mengaku bangga karena Bangkalan dipilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Harlah Ke-92 GP Ansor.
Baginya, itu menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama.
”Khususnya tentang Syaikhona Muhammad Kholil dan KH Hasyim Asy’ari,” ujarnya.
GP Ansor lahir sebagai wadah kaderisasi muda untuk membela agama dan bangsa Indonesia.
Maka, tapak tilas yang dilaksanakan di momentum harlah harus dijadikan refleksi untuk mengenang cikal-bakal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Ansor.
”Kami yakin GP Ansor tetap dan terus konsisten menjadi benteng bagi ulama dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” sambungnya.
Sementara Ketua PP GP Ansor Addin Jauharudin menyatakan, tapak tilas yang dilaksanakan sebagai wujud penghormatan bagi para ulama. Khususnya bagi inisiator sekaligus para pendiri NU.
NU kini menjadi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Semua itu tidak lepas dari perjuangan, pengabdian dan keteladanan para ulama.
Catatan sejarah yang positif tersebut harus terus dipelihara dan dilanjutkan para pemuda Ansor.
”Kita wajib mempererat semangat keagamaan dan kebangsaan yang telah dicetuskan para pendiri NU,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti